Wanita yang Tahu Kadarnya

Photo © Evgeniy Maynagashev

Terlepas dari bagaimana masyarakat memperlakukan wanita, Allah justru merahmati wanita yang tahu kadarnya karena ia berbeda dengan pria.

Bagaimana masyarakat memandang wanita di masa kini dan apa peranan wanita dewasa ini? Tentunya hal tersebut telah menjadi bahan perbincangan masyarakat selama ini. Sebenarnya masalah ini pun telah ada sejak zaman sebelum Rasulullah ada. Namun, jawaban setiap zamannya tentunya berbeda. Di zaman sebelum Rasulullah, wanita tidak dianggap dan direndahkan. Hal ini justru berbeda ketika zaman Rasulullah dimana wanita begitu dihargai dan diagungkan.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Terlepas dari bagaimana masyarakat memperlakukan wanita, Allah justru merahmati wanita yang tahu kadarnya karena ia berbeda dengan pria. Apapun perannya dan aktifitasnya, ia tahu bagaimana harus bersikap serta berbuat. Bagaimana ia harus menjaga izzah dan ifahnya serta pergaulannya dengan laki-laki. Misalnya dalam bekerja, ada etika dan batasan yang dijaga terutama terkait pergaulan dengan laki-laki namun, tetap mempertahankan profesionalitas kerja.

Wanita tetap menunjukan kecerdasan, kemandirian, keterampilan, professional, namun tidak melebur seperti laki-laki. Ia tetap mejaga fikrah dan sikap pemalunya. Seperti putri Syu’aib yang harus bekerja menari nafkah karena ayahnya sudah tua. Ia harus menggembala kambing bersama penggembala lain yang laki-laki, namun ia tetap menjaga diri agar tidak bercampur baur dengan mereka.

Ada banyak kisah sahabat wanita para nabi ataupun kisah wanita-wanita shalihah di zamannya. Contoh kisah lain adalah Siti Hajar, ibu dari nabi Ismail yang bekerja keras mengelola sawahnya dan bercocok tanam  untuk menghidupi keluarganya. Kisah lainnya yaitu Maryam yang suka menyepi dan beribadah pada Allah hingga ia dijuluki al-batuur (terikat pada ibadah) karena ketaatannya beribadah pada Allah. Hal ini membuat ia mendapat keberkahan dan lidungan dari Allah.

Selain itu, peran wanita yang ahli politik adalah Ratu Balqis. Ia memiliki kemampuan yang baik dalam mengorganisir pikiran dan ide para bawahannya. Ia berkarakter visioner, solutif, dan artikulatif seperti dijelaskan dalam QS An Naml: 29-44. Dengan posisinya sebagai ratu, ia harus bisa memilah mana yang penting, mana yang menjadi prioritas dikerjakan sekarang atau besok, bekerja dengan keras, penuh daya dan upaya.

Ia tawadhu dan menjaga rasa malunya, namun tidak minder. Wanita yang tahu kadarnya akan tetap produktif dengan tetap menjaga dirinya sebagai wanita. Ia pun memahami peran utamanya sebagai seorang  istri maupun ibu dan melaksanakan peran tersebut dengan baik. Wanita yang tahu kadarnya akan menyadari perannya dan memahami sikap serta tingkah lakunya dengan posisi ia sebagai seorang wanita.

 

Oleh: Fatin Rohmah NW, Depok,
Facebook - Twitter  - Blog 

Write For Us

Artikel yang sedang Anda baca saat ini merupakan salah satu kontribusi karya tulis yang dikirimkan ke redaksi Fimadani. Ingin berpartisipasi? Ikuti petunjuknya di sini.

 

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI

 

BERI TANGGAPAN

 
 
 

Copyright © 2011 - 2014 Madani Cyber Media | Bersatu Dalam Bingkai Madani