Uskup Katolik Akui Nikahi Pasangan Homoseksnya Selama 14 Tahun

Jumat, 13 Juli 2012 (9:24 am) / Uncategorized

Pastor Bernard  Lynch, seorang uskup  Katolik  dan aktivis homoseksual  yang terkenal karena kerap menentang ajaran-ajaran Gereja Katolik Vatikan,  mengungkapkan bahwa ia telah menikah dengan seorang pria selama 14 tahun terakhir. Lynch  juga menyalahkan ajaran tentang selibat dalam kasus-kasus pelecehan seks anak yang beberapa tahun terakhir mencengkeram Gereja Katolik .

Doktrin Katolik  Roma menyerukan kepada semua para uskup  untuk selibat, tetapi Lynch, yang telah menjabat dalam pelayanan selama lebih dari 40 tahun dan pindah ke London dari New York pada tahun 90-an, mengungkapkan dalam buku barunya, “If It Wasn’t Love: Sex, Death and God”, bahwa ia menikah dan telah membantu seorang uskup  gay  yang ada ibukota Inggris dalam program konseling. Ia juga telah menikahkan pasangan gay  dan lesbian di gereja, meskipun doktrin Katolik  melarang praktik semacam itu.

Menjelaskan mengapa ia tidak mendukung selibat bagi semua uskup  Katolik , Lynch  dalam sebuah wawancara di radio SiriusXM menyatakan bahwa ia percaya selibat adalah karunia khusus yang hanya beberapa orang terpilih yang dapat menerimanya – dan apabila ‘hadiah’ ini dipaksa kepada orang-orang lain maka bahaya menekan alam mereka, yang mengarah ke kasus pelecehan seksual yang telah dihadapi Gereja Katolik  dalam beberapa kali.

“Poin lainnya adalah bahwa saya tidak percaya selibat dapat diamanatkan. Saya percaya selibat adalah karunia dari Allah dan yang dikarunia dengan ini adalah pria dan wanita minoritas yang sangat kecil. Kebanyakan uskup , straight atau gay , tidak memiliki karunia hidup selibat,” ujar Lynch dikutip laman gereja, Jawaban.com.

“Kami masuk seminari pada usia muda 17 tahun,” tambahnya. “Ini adalah keyakinan saya bahwa kami terbelenggu dalam pengembangan emosi psikoseksual kami sendiri. Seperti yang Anda tahu, banyak uskup  yang bersalah karena pelecehan anak, tetapi mereka itu sebenarnya adalah ephebophilia [tertarik secara seksual kepada remaja, biasanya berusia 15 sampai 19], bukan pedofilia [tertarik kepada anak-anak praremaja]. Dengan kata lain, mereka memulai di mana mereka meninggalkan. Mereka mulai melecehkan anak-anak yang usianya seperti ketika mereka masuk seminari.”

Lynch, lahir tahun 1947 di Irlandia. Beberapa waktu lalu, ia dituduh melecehkan anak-anak, tetapi tuduhan itu ditolak pengadilan karena sang penggugat ternyata pembohong patologis, orang yang memiliki perilaku yang terbiasa atau selalu terdorong untuk berbohong. Menurut uskup  gay  Katolik  ini, orang-orang yang marah pada pandangan pro-LGBT nya memprovokasi sejumlah orang untuk menuntut dirinya.

Vatikan mengusir Lynch  dari ordo tahun lalu, dan ia berada di bawah ancaman penskorsan selamanya dari keuskupan.

Gereja-gereja yang ada di dunia kini sedang terpecah belah dalam hal homoseksualitas.

Redaktur: Shabra Syatila

Copyright © 2011 – 2014