Keistimewaan dan Kedahsyatan Uban dalam Islam

Wednesday, 28 December 2016 (2:36 pm) / Tsaqafah

Uban dalam Islam – Dalam rambut yang mulai beruban ternyata menyimpan banyak keistimewaan yang banyak kita tidak sadari. Apa saja keistimewaan adanya uban yang tumbuh di rambut kita? Ini dia jawabannya

1. Menjadi Cahaya pada Hari Kiamat

uban dalam islam cahaya pada hari akhir

gipeng.blogspot.com

Dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW bersabda,

لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ إِلَّا كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَة

“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang memiliki sehelai uban, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti." (HR. Abu Daud 4204 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib, 2091)

Dalam riwayat lain disebutkan,

أنه نور المؤمن

“Sesungguhnya uban itu cahaya bagi orang-orang mukmin"

Ka’b bin Murroh radhiallahu’anhu berkata,"Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الإِسْلامِ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang telah beruban dalam Islam, maka dia akan mendapatkan cahaya di hari kiamat." (HR. Tirmidzi no. 1634 dan diishahihkan oleh AL-Albany dalam shohih Tirmizi)

Jadi, lebih baik untuk tidak mencabut uban yang ada di kepala anda karena orang yang mencabut uban dalam Islam berarti akan kehilangan cahaya di hari akhir.

2. Mengingatkan Akan Dekatnya Ajal

uban dalam islam

faisalchoir.blogspot.com

Disebutkan dalam Al-Qur’an

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِير

Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun (QS. Fathir ayat 37)

Apa yang dimaksud Sang Pemberi peringatan dalam ayat tersebut?

Ibnu Katsir menerangkan dalam kitab tafsirnya bahwa para ulama tafsir lainnya seperti Ibnu Abbas, Ikrimah, Qatadan, Ibnu ‘Uyainah, dll, menjelaskan bahwa maksud Sang Pemberi peringatan dalam ayat di atas adalah uban. (Tafsir Ibnu Katsir 6/542)

Uban umumnya muncul pada usia senja. Karena itulah uban dalam Islam dapat menjadi sebagai pengingat manusia bahwa ia sudah berada di penghujung kehidupan dunia, menanti tamu yang pasti datang dan tidak ada yang bisa mengetahui kapan datangnya kecuali Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadist riwayat Imam Tirmizi:

أعمار أمتي ما بين الستين إلى لسبعين، وأقلهم من يجوز ذلك

Umur umatku di antara 60 ke 70 tahun, dan tidak banyak yang melebihi daripada itu (HR. Imam Tirmizi)

3. Menjadikan Seseorang Tidak Lagi Rakus

uban menghilangkan keserakahan duniawi

superiorwallpapers.com

Kemunculan uban dalam Islam membuat seorang menjadi sadar bahwa dia tidak hidup di dunia selamanya. Waktunya hanya sangat sebentar bila dibandingkan kehidupan selanjutnya yang kekal yaitu di alam akhirat.

Satu hari di akhirat sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia. Rasa keserakahannya pun mulai berkurang. Ia akan menjadi menyibukkan diri kepada hal-hal yang lebih pasti. Hari-harinya menjadi lebih dipenuhi oleh kegiatan untuk mempersiapkan bekal akhirat.

Sufyan Ats-Tsauri berkata

الزهد في الدنيا قصر الأمل، ليس بأكل الغليظ ولا لبس العباء

“Zuhud terhadap dunia akan memupuskan Angan-angan kosong. Ia tak lagi berlebihan dalam hal makanan dan pakaian"

 

4. Mendorong untuk Lebih Banyak Beramal

banyak beramal

huffpost.com

Dengan munculnya uban, maka orang-orang yang berakal akan semakin sadar dan giat untuk melakukan kebajikan. Membuatnya semakin peka akan hak-hak Rab-nya dan hak-hak sesama makhluk. Waktunya ia habiskan untuk melakukan kebajikan. Ia akan semakin lebih bersemangat dalam melakukan ibadah.

Ibnu Abid Dun-ya meriwayatkan dari sanadnya bahwa Bakr bin Abdillah Al-Muzani berkata,

إذا أردت أن تنفعك صلاتك فقل: لعلي لا أصلي بعدها

“Bila Anda ingin mendapat manfaat dari shalat Anda, maka katakanlah pada diri Anda: Barangkali setelah ini aku tidak akan shalat lagi."

5. Memancarkan Sikap Tabah dan Wibawa

Ternyata uban dalam Islam dapat membuat seseorang terlihat lebih tabah dan berwibawa. Sikapnya tenang saat berbicara, berbuat dan bermuamalah dengan orang lain. Itulah sebabnya agama Islam memerintakan kita untuk menghormati orang yang sudah tua.

Abu Musa Al-‘Asy’ari ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda

إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ

“Sesunguhnya termasuk dari pengagungan kepada Alloh ialah menghormati orang muslim yang sudah beruban (orang tua). (HR. Abu Dawud dari hadits Abu Musa ra. Hadits hasan)

Menghormati orang tua dapat dilakukan di antaranya yaitu dengan memuliakannya saat ia berkumpul dengan kita dalam suatu majelis, bersikap sopan dan santun kepadanya serta berusaha menjadi pendengar yang baik ketika dia berbicara dan mengambil faidah dari lika-liku kehidupannya yang telah dilalui.

Riwayat lain menjelaskan dari Sa’id bin Musayyib berkata

كام ابراهيم أول من ضيف الضيف وأول الناس كَانَ إِبْرَاهِيمُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلَ النَّاسِ ضَيَّفَ الضَّيْفَ وَأَوَّلَ النَّاسِ اخْتَتَنَ وَأَوَّلَ النَّاسِ قَصَّ الشَّارِبَ وَأَوَّلَ النَّاسِ رَأَى الشَّيْبَ فَقَالَ يَا رَبِّ مَا هَذَا فَقَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَقَارٌ يَا إِبْرَاهِيمُ فَقَالَ يَا رَبِّ زِدْنِي وَقَارًا

“Ibrahim adalah orang pertama yang menjamu tamu, orang pertama yang berkhitan, orang pertama yang memotong kumis, dan orang pertama yang melihat uban lalu berkata: Apakah ini wahai Tuhanku? Maka Allah berfirman: kewibawaan wahai Ibrahim. Ibrahim berkata: Wahai Tuhanku, tambahkan aku kewibawaan itu." (HR. Bukhori dalam Al-Adabul Mufrod 120 dan Imam Malik dalam Al-Muwatto’ 9/58)

Berdasarkan dari hadist di atas mayoritas ulama menyimpulkan bahwa hukum untuk mencabut uban adalah makruh. Pendapat ini dirajihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah.

Bahkan ada juga ulama yang berpendapat bahwa mencabut uban hukumnya haram seperti Al-Baghowi rahimahullah, beliau berkata, "Seandainya mau dikatakan haram karena adanya larangan yang tegas mengenai hal ini, maka ini tidak mustahil. Tidak ada bedanya antara mencabut uban pada rambut kepala maupun jenggot."

Maka dari itu sebaiknya kita tidak mencabut uban yang tumbuh karena banyak sekali keistimewaan yang bisa didapatkan darinya.

Redaktur: Abdullah Istiqomah

Sumber: https://muslim.or.id/23639-kedahsyatan-uban.html

Sebarkan Pada Sesama

privacy policy