Tata Cara Shalat Ghoib Beserta Bacaan Niat dan Doanya

Friday, 17 February 2017 (10:24 am) / Ibadah

Shalat Ghoib – Shalat ghoib merupakan shalat yang dikerjakan saat ada keluarga atau kerabat kita atau Muslim siapapun yang meninggal dunia akan tetapi tempat meninggalnya jauh dari tempat kita atau keluarganya sedang berada.

Disunnahkan mengerjakan shalat ghoib ini atas mayit tersebut walaupun waktu meninggalnya sudah lewat satu minggu atau bahkan lebih.

Hukum mengerjakan shalat ghoib ialah sunnah yakni jika dilakukan mendapatkan pahala namun jika tak dikerjakan tak mendapat dosa.

Waktu dikerjakannya shalat ghoib bisa kapan saja baik siang atau malam, baik sendiri atau secara berjama’ah. Namun, shalat ini akan lebih baik jika dikerjakan bersama-sama agar pahala yang didapatkan si mayit lebih banyak.

Manfaat dikerjakannya shalat ghoib itu sendiri ialah untuk meraih banyak pahala dari Allah swt, seperti sabda Nabi Muhammad saw yang berbunyi:

“Barangsiapa yang mengiringi jenazah dan turut menshalatkan, maka dia akan memperoleh pahala yang besarnya satu qirath (gunung besar).” H.R. Muttafaqun ‘alaihi.

Tata Cara Mengerjakan Shalat Ghoib

Tata cara pelaksanaan shalat ghoib sama dengan shalat jenazah hanya saja shalat ghoib dikerjakan ketika mayat berada jauh dari tempat kita berada.

Pelaksanaannya sama dengan shalat jenazah baik itu cara serta doanya. Dikerjakan dengan 4 takbit dan diakhiri dengan salam (berdiri). Perbedaannya hanya ada pada lafal niat shalatnya saja.

Niat, Doa Dan Cara Mengerjakan Shalat Ghoib Lengkap

Perlu diperhatikan sekali lagi, bahwa cara shalat ghoib sama dengan cara shalat jenazah namun hanya berbeda pada bacaan niat shalatnya saja. Setelah itu jumlah takbir serta bacaan doanya setelah takbir sama persis dengan shalat jenazah.

Bacaan Niat Shalat Ghoib

“USHALLI ALAL MAYYITIL GHAAIBI AR-BA’A TAKBIIRAATIN FARDLAL KIFAAYATI (MA’MUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA, ALLAAHU AKBAR”.

Untuk niat shalat ghoib bisa ditambahkan dengan nama si mayit itu sendiri misalnya,

“USHALLI ALAL MAYYITI (Fulan) AL GHAAIBI AR-BA’A TAKBIIRAATIN FARDLAL KIFAAYATI LILLAAHI TA’AALAA, ALLAAHU AKBAR”.

Takbir Pertama

Setelah membaca niat baik lisan ataupun dalam hati maka tinggal melakukan takbiratul ihram sambil membaca Allahu Akbar atau takbir pertama. Setelahnya membaca Al-Fatihah pada takbir pertama tersebut.

Takbir Kedua

Setelah selesai membaca Al-Fatihah, selanjutnya mengucapkan Allahu Akbar tanda takbir kedua. Lalu membaca shalawat atas Nabi Muhammad saw.

Takbir Ketiga

Selanjutnya, selesai membaca shalawat mengucapkan Allahu Akbar tanda takbir ketiga. Lalu, membaca doa seperti yang tercantum di atas.

Doa di atas jika si mayit adalah laki-laki, tapi jika mayit adalah perempuan maka dhamir/kata ganti “hu” diganti menjadi “ha”.

Takbir Keempat

"ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHU WALAA FAF-TINNAA BA’DAHU WAGHFIR LANAA WALAHU".

Selesai membaca doa di atas lalu mengucapkan Allahu Akbar, yaitu takbir keempat atau takbir terakhir. Selanjutnya, membaca doa seperti di atas. Sama halnya dengan doa pada takbir ketiga, jika si mayit adalah perempuan maka kata ganti “hu” diganti jadi “ha”.

Selepas membaca doa di atas, maka tinggal melakukan salam dan mengucapkan bacaan salam:

“Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh".

Terakhir, kita membaca doa setelah shalat ghoib di bawah ini:

Artinya
“Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad saw dan juga kepada keluarga Nabi Muhammad saw. Ya Allah, dengan berkah Al Fatihah, bebaskan-lah dosa kami dan dosa mayit ini dari siksaan api neraka".

" Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berikanlah ampunan kpd mayit ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman yang nyaman dari surga dan janganlah Engkau jadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Dan Allah berikanlah rahmat kepada semulia-mulia makhluknya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad saw dan keluarganya beserta sahabatnya sekalian, dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam".


Demikian pembahasan tentang tata cara shalat ghoib beserta bacaan niat dan doanya. Semoga bisa menambah wawasan tentang keislaman kita. Silakan dibagikan.

Redaktur: Abdullah Istiqomah

Sebarkan Pada Sesama

privacy policy