Sebuah Dimensi Cinta

Google Image / WordPress

Cinta memang universal, kaya dengan dimensi, ragam dengan corak. Cinta menyimpan berjuta pesona dalam kehidupan, sehingga dengan cinta, apa yang ada akan terus terasa indah. Demikianlah, keindahan cinta tidak terbayangkan oleh ilustrasi khayalan. Sajak-sajak puisi dan kata-kata mutiara para pujangga sekalipun tidak akan sanggup menggambarkan keelokan cinta.

“Sungguh Kami telah menjadikan apa yang ada dalam bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (Al Kahfi : 7)

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Isi dari indahnya cinta hanya dapat dirasakan oleh mereka yang sedang dilanda cinta. Jalaludin Rumi menggambarkan dahsyatnya cinta sebagai berikut;

“Cinta dapat mengubah rasa getir menjadi semanis madu. Bisa mengubah kekeruhan hidup menjadi bening yang menyejukkan. Luka yang menganga menjadi sembuh seketika. Sakit yang teramat menyiksa menjadi tak terasa. Bongkahan baja bisa menjadi lebur. Batu yang kokoh bisa menjadi debu.”

Dengan cinta, seseorang akan melakukan apa saja demi sesuatu yang dipuja, baik dan buruk, hitam dan putih, halal dan haram akan dilakukan. Inilah yang biasa mereka sebut “bagaikan pisau bermata dua”. Satu sisi berguna, sisi yang lain dapat menjerumuskan pada hal-hal berbumbu berdosa.

“Adapun yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, sesungguhnya neraka menjadi tempat tinggalnya. Dan adapun orang yang takut pada kebesaran tuhan dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surga-lah tempat tinggalnya.” (An Naziat: 37-40)

Orang-orang yang beriman dapat mencintai segala sesuatu, yang awal dan akhir, mencintai kepedihan musibah sebagaimana mencintai limpahan nikmat. Mencintai kematian sebagaimana mencintai kehidupan. Mencintai suka sebagaimana mencintai duka.

“Sungguh indah urusan orang yang beriman, semua urusan yang ada padanya adalah kebaikan. Yang demikian itu hanyalah dimiliki oleh orang yang beriman. Jika ia mendapatkan kegembiraan, maka ia bersyukur dan syukur itu menjadi kebaikan baginya. Demikian juga ketika ia mencapatkan cobaan, maka ia bersabar, dan sabar itu menjadi kebaikan baginya.” (HR Muslim)

Begitulah, dengan cinta semuanya terasa indah, kesulitan tidak terasa sebagaimana beban karena memang disikapi dengan sabar. Pada saat orang lain berputus asa dan bersedih, ia malah berperangai lembut dengan kesabaran.

Dengan sorotan cinta dan senyum kasih sayang ia sapa segala kenikmatan dengan tidak membusungkan dada. Ia menikmati kehidupan ini dengan penuh ketawadhu’an.

Oleh: Ibrahim Vatih

Manusia yang memiliki hobi dan kecenderungan pada dunia desain grafis, lebih spesifik pada web-desain & front-end developer. Aktifitas saat ini sedang mengembangkan beberapa project web programming dari source yang sederhana dan simple. Menulis dan berbagi merupakan salah satu aktifitas lain yang getol dilakoni sebagai salah satu sarana pengembangan diri. Berbagai macam tulisan lain juga banyak berserakan di blog pribadinya Vatih.com

 

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI

 

BERI TANGGAPAN

 
 
 

Copyright © 2011 - 2014 Madani Cyber Media | Bersatu Dalam Bingkai Madani