Terkikisnya Hak Asasi Manusia (HAM) tidak hanya terjadi di Mesuji, Sumatera Selatan. Namun hampir di setiap penjuru dunia itu ada, termasuk pelanggaran HAM yang tak usai-usai di Palestina– negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

 

Oleh sebab itu pada bulan Desember, bulan kelahiran gerakan Intifadhah (sebuah gerakan perlawanan rakyat Palestina atas penindasan negara zionis Israel), diadakan aksi kemanusiaan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jum’at (16/12).

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

“Atas nama kemanusiaan, kami melakukan aksi di sini (HI). Selain itu juga mengenang perlawanan rakyat Palestina yang hingga kini masih terjajah,”ungkap Direktur Dompet Dhuafa, Arifin Purwakananta, disela-sela aksi itu.

Aksi ini, lanjut Arifin, untuk mengajak masyarakat luas untuk tidak melupakan Palestina, satu-satunya negara anggota Konferensi Asia Afrika di Indonesia dahulu yang masih terjajah dan belum menikmati kemerdekaan sama sekali.

Dalam aksi tersebut juga ada sekelompok komunitas Punk atau People Under Knowledge. Uniknya, Punk ini berbeda dari Punk kebanyakan. Mereka menamakan diri Punk Muslim

“Punk Muslim tidak keluar dari gaya subkultur Punk pada umumnya. Yang membedakan, kami berideologi muslim,”jelas Luthfi Zamawi (28) salah satu pendiri Punk Muslim di Jakarta.

Masih dalam aksi kemanusiaan tersebut, Luthfi menjelaskan Punk Muslim tidak melakukan aksi anarki, melainkan dengan aksi teatrikal untuk melawan Zionis Israel.

“Kami sangat vokal terhadap masalah sosial dan HAM, karena masalah HAM bukanlah hanya masalah agama. Semua orang pada dasarnya ingin bebas, merdeka.”Lanjut Luthfi PM, yang kuliah jurusan Jurnalistik Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Bogor.

Lagu yang berjudul “Jika aku manusia” menjadi penyemangat dalam aksi yang berakhir pada pukul 09.45 WIB.

“Wajib aku membenci Zionis” begitulah secuil kutipannya.

Source:
http://www.undergroundtauhid.com/
http://www.beningpost.com/


Redaktur: Farid Zakaria

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI