Bagaimana Proses Bayi Tabung Itu??

Saturday, 7 January 2017 (11:01 am) / Kesehatan

Proses Bayi Tabung – Mungkin ada diantara yang kesulitan memiliki momongan sehingga mencari-cari informasi terkait metode apa yang harus digunakan. Metode bayi tabung merupakan salah satu dari banyak metode yang populer dewasa ini. Namun sebenarnya bagaimana sih proses bayi tabung itu?

Secara medis proses bayi tabung dikenal dengan sebutan In vitro fertilization (IVF). Kehamilan yang terjadi diawali dengan sel telur dibuahi oleh sperma di luar tubuh atau lebih tepatnya di dalam sebuah tabung.

Serangkaian Prosedur

Proses Bayi tabung

stikesmadani.ac.id

Umumnya prosedur bayi tabung dilaksanakan apabila setelah konsumsi obat-obatan, tindakan bedah atau inseminasi buatan tidak mampu mengatasi masalah ketidaksuburan.

Proses bayi tabung terdiri dari serangkaian prosedur yang terdiri sebagai berikut:

Merangsang tubuh wanita dengan diberikan suntik hormon untuk memproduksi beberapa sel telur sekaligus.

Serangkaian pengujian melalui tes darah atau ultrasound untuk menentukan kesiapan pengambilan sel telur. Namun sebelum itu, pihak wanita juga akan diberikan suntikan yang akan membantu mematangkan sel telur yang berkembang dan memulai proses ovulasi.

Selama dalam prosedur pengambilan sel telur, dokter akan mencari folikel dalam rahim dengan memakai metode ultrasound. Sel telur kemudian akan diambil dengan menggunakan jarum khusus yang memiliki rongga. Prosedur ini berlangsung kurang lebih 30 menit sampai satu jam. Sebagian wanita diberikan obat pereda nyeri sebelum dilakukan prosedur tersebut, tetapi bisa juga diberikan obat penenang ringan hingga dibius total.

Sel telur harus segera dipertemukan dengan sperma pasangannya yang diambil pada hari yang sama. Setelah itu disimpan di dalam klinik untuk memastikan perkembangannya maksimal.

Setelah embrio hasil pembuahan sel telur dan sperma tersebut dianggap cukup matang, lantas embrio akan dimasukkan ke dalam rahim.

Dokter akan memasukkan semacam tabung penyalur yang disebut kateter ke dalam vagina sampai ke dalam rahim. Untuk memperbesar tingkat kemungkinan hamil, tiga embrio umumnya di transfer sekaligus .

Dua minggu sesudah transfer embrio, maka pihak wanita akan diminta untuk melakukan tes kehamilan.

Proses Bayi Tabung Kapan Diperlukan?

Sekilas proses bayi tabung

alrai.com

Sebagian wanita berusia di atas 40 tahun disarankan menggunakan bayi tabung, karena sebagai metode untuk mengatasi ketidaksuburan. Tidak hanya itu, beberapa kondisi yang kemungkinan disarankan memakai prosedur bayi tabung, ialah:

  • Gangguan pada tuba falopi atau rahim berupa kerusakan atau sumbatan jalur sel telur.
  • Gangguan ovulasi yang membuat produksi sel telur minimal.
  • Endometriosis.
  • Produksi sperma dengan kuantitas dan kualitas yang rendah.
  • Masalah sistem kekebalan tubuh yang mengganggu sperma atau sel telur.
  • Sperma yang tidak dapat melewati cairan leher rahim.
  • Alasan dari masalah ketidaksuburan yang belum diketahui.
  • Mempunyai risiko penyakit keturunan. Dengan metode IVF, sel telur yang sudah dibuahi dapat di skrining kode genetiknya untuk mencari masalah genetik tertentu. Setelah embrio dinyatakan tidak mempunyai risiko penyakit yang dapat diturunkan, bisa ditanam pada rahim.

Memperhitungkan Risiko

Mempertimbangkan resiko

tandapagar.com

Proses bayi tabung tetap mempunyai risiko yang harus diperhitungkan oleh pasangan suami istri. Salah satu risiko yakni saat prosedur pengambilan sel telur, mungkin terjadi pendarahan, infeksi atau menyebabkan gangguan pada usus atau organ lain.

Ada pula risiko dari obat-obatan yang digunakan untuk menstimulasi ovarium yakni sindrom hiperstimulasi ovarium.

Efek yang dirasakan bisa beragam, mulai dari kembung, nyeri atau kram ringan, penambahan berat badan sampai rasa sakit yang tidak tertahankan pada perut.

Efek yang berat harus ditangani di rumah sakit meskipun biasanya gejala akan hilang di saat siklus ovarium selesai.

Selain itu, masih ada beberapa risiko lain dari prosedur bayi tabung, antara lain:

  • Risiko keguguran.
  • Kehamilan bayi kembar, apabila embrio yang ditanamkan ke dalam rahim lebih dari satu.
  • Kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.
  • Kehamilan di luar rahim atau ektopik.
  • Bayi lahir dengan kondisi cacat fisik.
  • Stres karena proses bayi tabung dapat menguras tenaga, emosi dan
    keuangan.

Faktor Penentu Keberhasilan

Mengenal proses bayi tabung

sinarharapan.net

Ada beberapa faktor yang turut menentukan keberhasilan prosedur bayi tabung.

Usia wanita adalah salah satu faktor utama. Usia optimal dari wanita untuk keberhasilan proses bayi tabung yakni sekitar 23-39 tahun.

Selain itu, faktor lain yang bisa memengaruhi prosedur bayi tabung seperti berat badan, asupan alkohol dan kafein, kebiasaan merokok, tingkat stres, riwayat kehamilan sebelumnya, kualitas embrio dan jumlah embrio yang ditanamkan.

Untuk menjalankan prosedur bayi tabung demi kehamilan perlu memperhatikan berbagai faktor secara medis dari pasangan tersebut.

Kesiapan finansial juga tidak kalah penting, mengingat biaya yang dibutuhkan untuk prosedur bayi tabung relatif mahal.

Dan yang terpenting selalu konsultasikan dengan dokter dan tim medis untuk memperoleh solusi atau hasil yang terbaik.

Redaktur: Abdullah Istiqomah

Sebarkan Pada Sesama