hidayatullah

Gereja Katolik Roma di Irlandia mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kemunculan slideshow pornografi homoseksual pada saat seorang pastor menyampaikan presentasi kepada para orangtua berkaitan rencana pentasbihan anak-anak mereka.

Pemimpin empat juta umat Katolik Irlandia, Kardinal Sean Brady, mengatakan, sang pastor yang tersangkut dengan hal itu menyatakan dia tidak tahu bagaimana gambar porno tersebut bisa berada di dalam memory stick (flashdisk)-nya saat melakukan  presentasi Powerpoint untuk para orang tua murid di Sekolah Dasar St Mary di kawasan Pomeroy, County Tyrone, Irlandia Utara.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Brady menyebutkan, pastor Martin McVeigh, “telah menyatakan bahwa ia tidak tahu tentang keberadaan gambar-gambar itu” dan siap menghadapi penyelidikan internal oleh pihak gereja.

McVeigh mengatakan, para pejabat gereja lainnya juga biasa menggunakan memory stick yang sama,  dan dia menginginkan dilakukan  investigasi agar “apa yang terjadi dapat dijelaskan secara sah”.

“Saya tidak tahu bagaimana hal itu terjadi, tapi saya mengakui kejadian itu,” kata McVeigh, sebagaimana dimuat laman The Guardian, Selasa (03/04/2012).

Namun pernyataan itu tidak cukup memuaskan bagi orangtua St Mary, yang menuntut penghentian sang imam paroki dari tugasnya sampai gereja menentukan siapa yang bertanggung jawab. Mereka menarik anak-anak mereka dari gereja, sebagian besar berusia sembilan, dari ibadah minggu yang sedang merencanakan melakukan pentasbihan pada anak-anak, kata pemimpin sakramen di gereja itu.

Orang tua menjelaskan kejadian pada pertemuan 26 Maret di sekolah. Saat  McVeigh sedang memasukkan memory sticknya, kemudian membuka satu folder, terlihat gambar-gambar adegan seksual para lelaki.

“Sang imam lantas gemetar dan bingung. Dia tidak memberikan penjelasan atau permintaan maaf kepada kelompok, lantas berlari ke luar ruangan,” kata orang tua.

Para pejabat sekolah dan gereja kemudian menggantikan diskusi persekutuan itu, kata mereka, “namun orang tua yang melihat foto-foto itu merasa ngeri dan bingung”. Mereka mengatakan, saat itu hadir  seorang anak delapan tahun.

Setelah sekitar 20 menit, kata mereka, McVeigh bergabung kembali ke pertemuan dan mengalihan perhatian dengan mengatakan, “anak-anak akan mendapatkan banyak uang pada perjamuan kudus nanti dan diharapkan disumbangkan sebagian ke gereja.”

Para orangtua mengatakan bahwa mereka “marah kepada Bapa McVeigh yang telah dipercayakan memberikan pelayanan pastoral kepada anak-anak mereka”.

Pejabat Gereja telah merencanakan menunjuk imam lain untuk mengawasi pentasbihan anak-anak pada bulan ini,  tapi tidak bisa mengatakan apakah McVeigh akan kembali bertugas pada saat pentasbihan pada bulan Mei nanti.


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI