Gambar © Shutterstock

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bogor memvonis IR alias Bolang, terdakwa kasus penganiayaan dengan hukuman 3,5 tahun penjara. IR terbukti menganiaya anggota Front Pembela Islam hingga tewas.

“Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 351 ayat (2) yakni penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia,” ujar Hakim Ketua Syakila saat membacakan putusan, Selasa (17/7). Vonis sesuai dengan tuntutan jaksa.

Dalam pembacaan putusan hakim menyebut, IR terbukti secara sah melakukan penganiayaan hingga menyebabkan Mustofa (37) anggota FPI tewas dalam peristiwa yang terjadi Minggu (6/5) lalu.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

IR wajib menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan Paledang dan membayar denda persidangan.

Sementara itu, kuasa hukum korban menyatakan keberatan dengan penerapan pasal terhadap terdakwa yang menurutnya harus dikenai pasal berlapis.

“Kami keberatan dengan penerapan pasal 351. Harus terdakwa juga dikenai pasal 338 tentang perencanaan. Awal pemeriksaan di kepolisian kami sudah menyatakan kepada Kapolres bahwa kasus ini bisa dikenai pasal berlapis. Tapi kenyataan hanya dikenai satu pasal saja,” katanya.

Ichwan menyebutkan, sikap Kepolisian yang tidak menerapkan pasal berlapis sebagai bentuk ingkar terhadap korban karena sejak awal kepolisian menyatakan akan menerapkan pasal berlapis.

“Kami akan melayangkan somasi kepada Kapolres yang akan kami kirimkan ke Kapolda dan Kapolri,” katanya.

Selain itu, kata Ichwan, pihaknya juga kecewa dengan sikap polisi yang melarang mereka untuk masuk ke dalam ruang persidangan untuk menyaksikan jalannya sidang.

“Kami dihalang-halangi untuk masuk, padahal persidangan ini terbuka untuk umum. Disini kami kasi sudah taat aturan dan tertip tapi kami dizolimi,” katanya.

Sidang pembacaan vonis tersebut dihadiri oleh sekitar 100 massa Front Pembela Islam yang menyaksikan jalannya sidang.

Massa FPI ini berkumpul di depan ruang sidang. Selain berorasi mereka juga salat dan meneriakkan takbir saat mendengar putusan majelis hakim.

Pelaksanaan sidang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Bogor dan Satuan II Pelopor Brimob Kedung Halang sebanyak 450 personel.


Redaktur: Farid Zakaria
Sumber: Beni Rakasiwi / Merdeka.com

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI