Pancasila Bukanlah Agama, Substansinya Sejalan dengan Nilai Islam

Senin, 25 Juni 2012 (7:49 am) / Uncategorized

Polemik keberadaan Pancasila sebagai dasar negara dalam tinjauan agama (Islam) sepertinya tidak ada habisnya. Maka jika perdebatan tersebut diteruskan hanya akan menghabiskan waktu dan energi saja. Untuk itu dalam Sidang Tanwir Muhammadiyah 2012 di Bandung yang berakhir Ahad (24/6/2012) di Bandung. Muhammadiyah melalui Ketua Umumnya Din Syamsuddin menyatakan bahwa Pancasila bukan agama, tapi Pancasila merupakan rahmat Allah untuk bangsa Indonesia sebagai dasar untuk memajukan dan membangun bangsa Indonesia yang merdeka dan berkemajuan.

“Pancasila bukan agama, tetapi substansinya mengandung dan sejalan dengan nilai-nilai Islam,” ujar Din dalam sambutan penutupan Tanwir.

Namun demikian menurut Muhammadiyah, Pancasila sendiri hingga saat ini belum diimplementasikan secara sungguh-sungguh dalam praktek penyelenggaraan negara dan bermasyarakat.

Hal ini antara lain dapat terlihat dari makin maraknya praktek-praktek korupsi, friksi-friksi dalam masyarakat dan yang paling nyata adalah belum terwujudnya pemerataan hasil pembangunan nasional serta masih tingginya angka kemiskinan.

Untuk itu Muhammadiyah menegaskan sikapnya dan pandangannya bahwa Pancasila merupakan konsensus nasional terbaik untuk bangsa yang majemuk dalam mencapai cita-cita nasional yang harus diisi dengan persaingan yang sehat (fastabiqul khairat).

“Indonesia yang berdasarkan Pancasila merupakan negara perjanjian atau kesepakatan (Darul ‘Ahdi), negara kesaksian atau pembuktian (Darus Syahadah), dan negara yang aman dan damai (Darussalam),” jelasnya.

Sementara masalah kedaulatan bangsa dan negara Muhammadiyah melihat gejala dan fakta melemahnya kedaulatan negara dalam segala bidang.Terdapat  gejala di mana kekayaan dan kedaulatan ekonomi dikuasai oleh kepentingan asing .

Hal tersebut juga dapat ditandai  dengan adanya perundang-undangan tentang eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya alam (UU SDA) yang lebih menguntungkan kepentingan asing dan sejumlah kompradornya di dalam negeri,bukan untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

“Kita bukannya anti asing, tetapi asing tidak boleh menguasai aspek ekonomi dan menelantarkan rakyat sendiri,”imbuhnya.

Sidang Tanwir Muhammadiyah 2012 yang mengusung tema “Gerakan Pencerahan Solusi untuk Bangsa’ tersebut juga mengemukakan pokok-pokok pikiran Muhammadiyah antara lain kreteria kepemimpinan bangsa,kekerasan massa dan integrasi nasional.

Redaktur: Shabra Syatila

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih