Ustadz Abdul Aziz Matnur yang Sabtu pagi 10/12 kemarin sedang mengisi pengajian ta’lim ibu-ibu di kediamannya tiba-tiba jatuh dan meninggal dunia. Abdul Aziz merupakan warga di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Menurut kabar, Abdul Aziz meninggal karena serangan jantung koroner yang dideritanya.

Abdul Aziz Matnur adalah seorang da’i PKS di Wilayah Banten dan Jawa Barat. Menurut Muhammad Yamin, yang merupakan ketua Dewan Pengurus Cabang Pesangrahan, Abdul Aziz sempat pingsan.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

“Sebelumnya, Waktu itu beliau sempat pingsan, dan diperiksa oleh salah seorang anggota jamaah yang menjadi dokter saat hadir dalam pengajian,” tuturnya.

Saat itu, tubuh Abdul Aziz sempat dilarikan ke Rumah Sakit Aminah di kawasan tersebut. Namun, menurut dokter, almarhum sudah meninggal dunia sejak di rumah.

Saat disemayamkan, ratusan da’i PKS dan masyarakat nampak hadir dan menshalatkan jenazah Abdul Aziz. Kemudian jenazahnya dimakamkan di daerah Kreo, Tangerang. Hadir pula Ustadz Ma’mur, anggota DPR Nasir Jamil, Ustadz Mutamimul Ula, dan Triwisaksana, anggota DPRD Jakarta.

Abdul Aziz Matnur merupakan putra Jakarta yang lahir tanggal 9 November 1969. Almarhum meninggalkan 4 orang anak yang masih sekolah di bangku SMA dan SMP dari pernikahannya dengan Fatimah. Sebelumnya pernah menjabat anggota DPRD DKI Jakarta periode tahun 1999-2004. Selain sebagai aktifis Islam, almarhum juga dikenal sebagai muballigh di kalangan masyarakat yang kerap mengisi kajian-kajian Tafsir Qur’an di Masjid atau pembicara dalam berbagai acara seminar.

Diharapkan wafatnya saat mengisi kajian ta’lim merupakan salah satu tanda husnul khatimah, akhir kehidupan yang baik.

pkspenjaringan | fimadani


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI