Arrahmah

Sekilas melihat bentuknya nampak seperti nyamuk, namun setelah diperhatikan lebih seksama ternyata ia bukan nyamuk melainkan sebuah pesawat.

Berdasarkan berita-berita yang beredar baru-baru ini, benda ini dikenal sebagai Insect Spy Drone yang telah dalam produksi. Benda kecil canggih ini dapat dikendalikan dari jarak yang jauh dan dilengkapi dengan sebuah kamera, mikropon dan dapat hinggap pada manusia dengan mudah. Drone serangga ini juga dapat digunakan untuk mengambil sample DNA seseorang dengan cara menyengat seperti layaknya nyamuk serta dapat menanam sebuah alat pelacak mikro RFID di bawah kulit manusia.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Bentuknya yang amat mirip dengan nyamuk memungkinkan drone ini dapat terbang ke manapun bahkan ke dalam-dalam rumah, karena sekilas orang tidak akan menyadari bahwa benda itu adalah sebuah drone.

Militer salibis AS mengungkapkan bahwa teknologi terbaru pesawat mata-mata itu telah dirilis, drone berukuran serangga ini juga dapat digunakan untuk menembakkan rudal dan melacak “para pejuang musuh”.

AS dilaporkan telah memproduksi sejumlah nano drone atau drone berukuran mini, mulai dari bentuk burung kecil hingga serangga seperti lalat dan nyamuk. Mengklaim semua itu dirancang untuk perang melawan Mujahidin terkhusus di Afghanistan dan Pakistan.

Teknologi yang sedemikian canggih selama ini telah menyertai AS dalam perang di negeri-negeri kaum Muslimin dengan dalih memerangi “terorisme” (baca: Mujahidin). Tetapi perang mereka selalu gagal menghadapi Mujahidin.

Sementara itu FBI, CIA dan organisasi-organisasi pemerintah AS lainnya telah membantah telah memiliki drone mini untuk pekerjaan mereka, klaim mereka untuk meyakinkan warga AS bahwa mereka tidak akan mengancam warga AS.

Tom Ehrhard, seorang pensiunan kolonel Angkatan Udara dan ahli pesawat tanpa awak, mengatakan kepada Daily Teleghraph beberapa waktu lalu bahwa “Amerika bisa menjadi sangat licik.”

Di sisi lain banyak orang, termasuk warga AS sendiri meragukan akan produksi drone berbentuk serangga, dan menganggapnya hanya konspirasi.


Redaktur: Fimadani
Sumber: Arrahmah

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI