Mewaspadai Datangnya Malam

Minggu, 30 September 2012 (1:25 am) / Al Quran

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

“Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.”( Qs Al Falaq : 3 )

Ayat di atas memerintah kita untuk berlindung dari malam jika datang. Dalam ayat itu juga Allah menjelaskan bahwa di dalam malam yang gelap terdapat kejahatan-kejahatan yang harus kita jauhi. Artinya bahwa malam itu banyak membawa hal-hal yang membahayakan kita, maka kita diperintahkan untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Diantara hal-hal negatif yang terjadi pada malam hari adalah ebagai berikut:

1. Kejahatan dan kemaksiatan sering terjadi pada waktu malam.

Seperti perampokan, pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, perzinaan, pelacuran, perjudian.

2.  Syetan bergentanyangan pada waktu malam.

Sebagaimana maklum di masyarakat kita, bahwa jika malam tiba, maka syetan mulai bergentanyangan dan mulai menebarkan kejahatannya untuk mengganggu manusia.

Diantara hadits yang mendukung keyakinan masyarakat tersebut adalah hadits Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘Anh, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

قَالَ غَطُّوا الْإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ وَأَغْلِقُوا الْبَابَ وَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً وَلَا يَفْتَحُ بَابًا وَلَا يَكْشِفُ إِنَاءً فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلَّا أَنْ يَعْرُضَ عَلَى إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ فَلْيَفْعَلْ فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تُضْرِمُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ بَيْتَهُمْ

“Tutuplah oleh kalian bejana-bejana, rapatkanlah tempat-tempat minuman, tutuplah pintu-pintu, dan matikanlah lampu, karena setan tidak dapat membuka ikatan tempat minum, pintu, dan bejana. Jika kalian tidak mendapatkan penutupnya kecuali dengan membentangkan sepotong kayu di atas bejananya dan menyebut nama Allah, maka lakukanlah. Karena tikus dapat merusak pemilik rumah dengan membakar rumahnya.” ( HR Muslim )

Di dalam riwayat Bukhari disebutkan:

إِذَا اسْتَجْنَحَ اللَّيْلُ أَوْ قَالَ جُنْحُ اللَّيْلِ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ

“Jika malam sudah datang atau sabda Beliau, malam sudah gelap, maka tahanlah bayi-bayi kalian karena pada saat itu setan sedang berkeliaran.”

Hadits di atas menunjukkan dengan jelas bahwa syetan bergentayangan jika malam tiba. Oleh karena itu, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam memperingatkan kepada kita agar waspada untuk menghadapi kejahatan syetan dengan melakukan pertahanan diri seperti menutup pintu, makanan dan minuman serta mematikan lampu.

Hadits di atas juga menerangkan kepada kita, bahwa ketika malam tiba, sebaiknya kita segera menghentikan segala aktivitas, kecuali yang memang harus dikerjakan pada waktu itu dan tidak bisa diundur lagi. Karena perintah untuk menutup pintu, berarti perintah untuk tidak keluar. Dan perintah untuk menutup bejana berarti perintah untuk tidak makan dan minum lagi, apalagi mandi. Sedangkan perintah untuk mematikan lampu berarti perintah untuk tidur dan istirahat.

Begitu juga pada riwayat Bukhari menyebutkan perintah untuk menahan anak-anak kecil untuk tidak keluar malam, dan ini menunjukkan perintah menghentikan aktivitas pada malam hari.

3.  Gelap dan hitam identik dengan syetan dan kejahatan.

Di dalam ayat dan hadits sering disebutkan bahwa hitam – walaupun hal ini tidak mutlak – sering untuk menggambarkan sesuatu yang jelek dan jahat, karena termasuk perbuatan syetan. Bahkan masyarakatpun mempunyai pandangan demikian, seperti istilah ilmu hitam, adalah ilmu yang digunakan untuk kejahatan, yang sumbernya dari ajaran syetan. Maka, malam yang hitam dan gelap gulita-pun membawa kejahatan dan penuh dengan tipu daya syetan.

Diantara hadits yang menyebutkan bahwa hitam sebagai sebuah kejelekan dan kejahatan adalah hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, bahwasanya Rasulullah bersabda:

اقْتُلُوا الْأَسْوَدَيْنِ فِي الصَّلَاةِ الْحَيَّةَ وَالْعَقْرَبَ

“Bunuhlah dua binatang hitam dalam shalat, yaitu ular dan kalajengking. ( HR Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Hibban. )

Hadits di atas memerintahkan kepada kita untuk membunuh dua binatang yang berwarna hitam dan sangat membahayakan manusia, yaitu ular dan kalajengking. Apakah yang tidak berwarna hitam tidak boleh dibunuh?

Para ulama menjelaskan bahwa yang diperintahkan untuk dibunuh adalah semua ular dan kalajengking yang membahayakan, – walaupun tidak berwarna hitam. Hanya saja, biasanya yang hitam itu lebih berbahaya dibanding dengan warna yang lain. Hal ini dikuatkan dengan hadits Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anh, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي فَإِنَّهُ يَسْتُرُهُ إِذَا كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ مِثْلُ آخِرَةِ الرَّحْلِ فَإِذَا لَمْ يَكُنْ بَيْنَ يَدَيْهِ مِثْلُ آخِرَةِ الرَّحْلِ فَإِنَّهُ يَقْطَعُ صَلَاتَهُ الْحِمَارُ وَالْمَرْأَةُ وَالْكَلْبُ الْأَسْوَدُ قُلْتُ يَا أَبَا ذَرٍّ مَا بَالُ الْكَلْبِ الْأَسْوَدِ مِنْ الْكَلْبِ الْأَحْمَرِ مِنْ الْكَلْبِ الْأَصْفَرِ قَالَ يَا ابْنَ أَخِي سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلْتَنِي فَقَالَ الْكَلْبُ الْأَسْوَدُ شَيْطَانٌ

Apabila salah seorang dari kalian hendak shalat, sebaiknya kamu membuat sutrah (penghalang) di hadapannya yang berbentuk seperti kayu yang diletakkan diatas hewan tunggangan, apabila di hadapannya tidak ada sutrah seperti kayu yang diletakkan diatas hewan tunggangan, maka shalatnya akan terputus oleh keledai, wanita, dan anjing hitam.’ Aku bertanya, ‘Wahai Abu Dzarr, apa perbedaan anjing hitam dari anjing merah dan kuning? Dia menjawab, ‘Aku pernah pula menanyakan hal itu kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana kamu menanyakannya kepadaku, maka jawab beliau, ‘Anjing hitam itu setan’. ( HR Muslim )

Hadits di atas secara tegas menyatakan bahwa anjing hitam itu syetan. Bagaimana bisa seperti itu? Para ulama menjelaskan bahwa syetan bisa saja merubah dirinya dengan izin Allah menjadi anjing hitam. Kenapa yang dipilih adalah warna hitam? Begitulah sifat syetan, senang kepada yang warna hitam dan tempat yang gelap.

4.  Cahaya malam membahayakan kesehatan dan kehidupan.

Kesalahan yang sering kita lakukan dalam kehidupan modern ini, adalah bahwa malam yang merupakan rahmat Allah itu kita rubah menjadi siang dan terang dengan kita nyalakan lampu-lampu dan listrik. Kemudian kita melakukan aktifitas-aktifitas pada malam hari ini. Itu semua berdampak tidak baik bagi kesehatan dan kehidupan kita:

a.   Terjadinya Kebakaran.

Jauh-jauh sebelumnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memerintahkan kita untuk mematikan api, kalau sekarang adalah listrik, sebelum kita tidur. Beliau bersabda:

لا تَتْرُكُوا النَّارَ فِي بُيُوتِكُمْ حِينَ تَنَامُونَ

“Janganlah kalian meninggalkan api (dalam keadaan menyala) di rumah kalian ketika kalian tidur.” ( HR Bukhari dan Muslim )

Hal ini dikuatkan oleh hadit Abu Musa Radhiyallahu ‘Anh, bahwasanya ia berkata;

“Pada suatu malam salah satu rumah penduduk Madinah terbakar ketika penghuninya tertidur. Ketika hal itu diceritakan kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka beliau bersabda:

إِنَّ هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِيَ عَدُوٌّ لَكُمْ فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ

“Sesungguhnya api adalah musuh kalian, karena itu bila kalian hendak tidur, maka padamkanlah ia lebih dahulu.” ( HR Bukahi dan Muslim )

Hadits di atas menjelaskan alasan kenapa lampu harus dimatikan ketika sedang tidur, yaitu supaya kita terhindar dari kebakaran akibat lampu yang disenggol oleh binatang yang masuk ke rumah kita seperti tikus. Ini sesuai dengan hadits Jabir bin Abdullah di atas. Apakah perintah untuk mematikan api ini hanya berlaku untuk lampu yang ada apinya?

Teks hadits hanya menyebut api, karena memang waktu itu belum ada listrik. Namun menurut hemat saya, listrikpun mengandung api yang juga bisa membahayakan keselamatan kita. Bukankah kebakaran-kebakaran yang terjadi di sekitar kita sering terjadi akibat arus pendek listrik pada malam hari?

Bahkan tidak sedikit penyebab kebakaran itu, karena ada binatang seperti tikus, cicak, tokek atau sejenisnya yang memakan atau menyenggol kabel listrik kemudian terjadi kebakaran? Seakan-akan dia bersama-sama syetan bahu membahu untuk menyerang manusia, sehingga binatang yang menjijikan tersebut digolongkan fuwaisiqah yang diperintahkan untuk dibunuh. Biasanya tikus ini berwarna hitam juga.

b.  Mempengaruhi syaraf.

Para ahli syaraf mengganggap bahwa cahaya pada malam hari, walaupun berupa cahaya redup seperti lampu tidur dapat memberikan efek negatif yang mempengaruhi keseimbangan kimiawi dan struktur otak. Cahaya tersebut dapat mengganggu munculnya hormon melatonin, yaitu hormon yang berfungsi membantu tubuh kita mengetahui keberadaan malam hari dan sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, cahaya redup di malam hari bisa menimbulkan depresi pada seseorang.

Para ahli syaraf menemukan bahwa orang-orang yang terkena cahaya malam redup mempunyai jaringan duri-duri dendritik kurang padat pada bagian otak yang disebut hippocampus. Duri-duri dendritik adalah salah satu bagian dari sel otak yang tumbuh menyerupai rambut pada sel-sel otak yang mengirimkan pesan-pesan kimiawi dari satu sel ke sel yang lain. Hippocampus mempunyai peran kunci untuk menangkal gangguan depresi.

c.  Bahaya Perjalanan Malam.

Perjalanan waktu malam dengan menggunakan kendaran roda dua maupun roda empat juga membahayakan kesehatan mata, bahkan mengancam jiwa. Ini akibat pengaruh sorotan lampu dari arah yang berlawanan, khususnya jika kendaraan yang berlawanan arah itu menggunakan lampu jauh yang menyebabkan mata menjadai silau, bahkan menjadi buta sesaat, sehingga kita tidak bisa melihat apa yang di depan kita sama sekali dalam beberapa saat.Ini biasanya terjadi di daerah yang gelap. Maka seorang pengemudi harus sangat hati-hati, karena bisa menabrak apa yang ada di depannya.

5.  Udara Malam diyakini tidak sehat untuk beraktivitas.

Badan kesehatan dunia WHO telah mengeluarkan surat rekomendasi kepada Negara-negara anggota untuk meninjau kembali peraturan shift malam bagi sebagai pegawai negara tersebut, karena hal itu akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka.

Sebuah riset yang berlangsung dari 1987 oleh ahli kanker Steve Richards menunjukkan korelasi antara kerja malam dan kemungkinan menderita kanker, terutama kanker prostat dan payudara. Orang-orang yang bekerja di malam hari hingga subuh atau pagi hari ternyata memiliki ketidakseimbangan hormon yang akhirnya mempengaruhi sistem kekebalan tubuh khususnya pada perkembangan sel-sel rusak yang seharusnya dihancurkan oleh sel-sel imun.

Oleh karena itu, anak-anak yang tidur denganmenggunkan lampu sering terkena penyakit leukemia dibanding mereka yang tidur dalam keaadan gelap.

Bahaya Mandi Malam

Orang tua dahulu sering berpesan agar kita jangan terlalu sering mandi malam, karena akan menyebabkan rematik. Para ahli meyakini bahwa biang keroknya nyeri sendi pada usia lanjut adalah asam urat.

Memang sampai sekarang belum ditemukan hubungan antara mandi malam dengan penyakit rematik, tetapi yang jelas mandi malam memperberat keluhan nyeri rematik. Artinya, bagi mereka yang ternyata sudah menderita rematik, tidak dianjurkan mandi malam.

Selain itu ditengarai juga bahwa mandi malam juga dapat memicu penuaan dini. Ini dikarenakan saat dingin, tubuh akan masuk ke keadaan stress. Ia akan meningkatkan metabolismenya agar temperatur tubuh tetap normal dan meningkatkan aliran darahnya untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuhnya. Akibatnya, tubuh membutuhkan lebih banyak kalori dan oksigen. Sehingga dia merasa lapar dan bernafas lebih cepat.

Makanan yang masuk dalam tubuh dan hasil metabolisme, walaupun menghasilkan energi yang dibutuhkan, tetapi cenderung menumpuk dan berubah menjadi oksidan dalam tubuhnya. Jika hal itu terjadi bertahun-tahun lamanya, maka orang tersebut akan mengalami gejala penuaan, dan akan menderita nyeri sendi.

Kesimpulannya bahwa malam adalah waktu yang sengaja oleh Allah dibuat gelap, dengan tujuan agar manusia bisa istirahat di dalamnya.

Maka, hendaknya jangan kita pakai untuk beraktivitas, karena hal itu akan menyalahi sunatullah. Setiap yang menyalahi sunatullah, akan berakibat tidak baik bagi kehidupan kita dunia dan akherat. Hiduplah dengan mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya, niscaya akan beruntung.

Cipayung, 17 Shafar 1432 H / 23 Januari 2011 M

Redaktur: DR Ahmad Zain An Najah

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih