mantrijeron

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan seorang dai jangan hanya berceramah di masjid, tapi juga harus ikut serta menyelesaikan permasalahan sosial.

“Dai jangan hanya di masjid, itu hanya sebagian kecil dari pekerjaannya. Tapi juga harus turun ke sekolah, ke jalanan dan menjadikan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sebagai target dakwah,” kata Mensos saat memberikan orasi ilmiah di Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta, kutip Antara, Selasa.

Menurut Mensos, dai juga seorang relawan yang punya semangat tinggi untuk menyelesaikan permasalahan sosial sehingga diharapkan dapat menjadi perekat bangsa.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Mensos menginginkan, para dai yang menjalani pendidikan di Mahad Aly An-Nuaimy bisa disebar ke seluruh wilayah Tanah Air, terutama di daerah-daerah pedalaman.

“Saya cenderung melihat agar dai ini menyebar ke seluruh negeri jangan hanya kebanyakan di kota besar. Jadi yang dari ujung barat ke timur dan sebaliknya, sehingga bisa mengenal Indonesia,” tambah Mensos.

Mensos juga mengatakan para dai jangan berpikir bahwa pekerjaannya hanya diundang untuk berceramah saja, tapi juga harus membuat program sendiri untuk mengajak masyarakat berbuat kebaikan, yang pada akhirnya berkontribusi untuk menyelesaikan masalah sosial.

Lebih lanjut Mensos mengatakan, permasalahan sosial di Indonesia masih cukup kompleks dimana ada 22 kelompok PMKS, di antaranya 4,5 juta anak terlantar, 230 ribu anak jalanan, 2,9 juta lansia terlantar, 163 ribu penyandang cacat berat dan 2,3 juta keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni.


Redaktur: Shabra Syatila
Sumber: hidayatullah

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI