Majelis Agama Islam dan Adat Melayu Terengganu (Maidam) Malaysia menyatakan tertarik dengan penerapan syariat Islam di Aceh. Mereka pun ingin mempelajari lebih mendalam untuk diterapkan di negaranya.

Hal itu dikatakan perwakilan Datok Senara Muda Mazlan Bin Hasyim, ahli Maidam Malaysia saat berkunjung ke Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Jumat (13/7/2012).

Menurutnya, lawatan persahabatan tersebut bertujuan untuk melihat dan mempelajari penerapan hukum Islam di Aceh. Selain itu juga untuk meneliti proses pelaksanaan hukum cambuk kepada para pelanggar syariat, sekaligus mengeratkan hubungan silaturahmi Aceh-Malaysia yang memang sudah terjalin sejak lama.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Mazlan berharap, Aceh bisa kembali menjadi kiblat sekaligus pusat pendidikan Islam di Asia Tenggara. Penerapan hukum Islam di negara lain, termasuk Malaysia dinilai telah mengalami banyak pergeseran nilai. “Kami menilai hanya di Aceh yang penerapan Islamnya masih murni,” ujar Mazlan.

Mazla beserta rombongan juga menanyakan strategi Pemerintah Aceh dalam menjaga kaidah budaya dan keislaman sehingga tidak sisusupi oleh aliran sesat.

Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf menjelaskan, fungsi hukum adat di Aceh telah menyatu dalam setiap sendi kehidupan masyarakat Aceh. Sehingga adat, budaya dan kaidah keislaman dapat terjaga dengan baik.

“Tugas Tuha Peuet, Keuchik, Imum Mukim, dan perangkat gampong lainnya juga berfungsi dengan baik. Mereka yang menjadi filter setiap aliran baru yang masuk ke masyarakat,” katanya.

Muzakir juga memaparkan fungsi meunasah (semacam langgar-red) di Aceh, selain sebagai tempat beribadah juga sebagai tempat-tempat pendidikan ilmu agama, seperti pengajian dan sekolah pendidikan ilmu keagamaan sekaligus tempat bermusyawarah masyarakat gampong dalam setiap agenda keagamaan maupun kemasyarakatan.

Saat ini Aceh memiliki sekitar 3.773 masjid yang tersebar di seluruh daerah. Pemprov Aceh berjanji akan terus memelihara infrastruktur masjid, meunasah dan dayah atau pondok pesantren yang ada di seluruh Aceh.

 


Redaktur: Shabra Syatila
Sumber: antaranews | okezone | atjehcyber

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI