Kenali Ketakutan Pribadi untuk Menjadi Presenter Percaya Diri

Jumat, 2 Maret 2012 (10:34 am) / Pengembangan Diri

Anda sadari atau tidak, Anda tidak bisa tidak berkomunikasi. Setakut dan seberani apa pun diri Anda, setiap waktu Anda selalu menyampaikan pesan. Baik secara internal ataupun eksternal. Secara internal: Anda berkata pada diri sendiri, menilai sesuatu berdasarkan referensi dalam pemikiran Anda, memutuskan tepat atau tidaknya sebuah tindakan untuk suatu waktu, kesemua tindakan itu adalah berkomunikasi. Secara ekternal: Anda menjual gagasan Anda, Anda bertatap muka dan kemudian merasakan kecocokan dengan teman bicara, Anda berpresentasi, dan sebagainya. Sebagai sebuah ilmu dan seni, setiap waktu komunikasi selalu terjadi. Itulah kenapa, kita jadi memahami “Kualitas hidup kita selaras dengan kualitas komunikasi kita.”

Sebagai presenter, tentunya Anda bersepakat bahwa kemampuan kita berkomunikasi menjadi penting adanya. Terlebih lagi, ketika komunikasi kita eksekusi dengan bicara.

Bicaralah dengan Otentik

Kunci untuk menjadi pembicara yang baik, Anda perlu bersikap otentik. Menjadi diri sendiri yang terbaik, seutuhnya. Melampaui segala ketakutan dan kegelisahan berbicara Anda. Sehingga, Anda harus mencari tahu apa yang menghentikan diri Anda untuk bersikap otentik. Dengan mengakui bahwa ada masalah internal yang lebih besar daripada yang bisa terlihat di depan mata ketika Anda berbicara, dan menghabiskan waktu untuk memecahkan masalah itu yang sudah membelenggu Anda sekian lama, Anda telah mengambil langkah raksasa untuk menjadi pembicara alami dan menemukan kembali rasa percaya diri yang sudah lama Anda rindukan.

Di titik inilah, kemudian dengan mudahnya Anda sepakati ucapan Bill Gove –presiden NSA (National Speakers Association di Amerika), pria yang selalu menjuarai setiap lomba bicara di depan umum yang pernah ia ikuti. Dengan santainya ia katakan, “Berbicara itu mudah, Anda sudah tahu caranya bukan?”

Sementara Anda mengingat-ingat pemahaman ini, kita bisa beralih pada penjelasan mengenai 4 profil umum kegugupan di saat-saat kita berbicara di depan umum. Kategori kegugupan ini sebagiannya berdasarkan pengamatan yang saya dapati dari berbagai jenis dan usia peserta yang ikuti pelatihan “Public Speaking Magically.”

Keempat tipe ini dikelompokkan menurut kapan seseorang mulai merasa gelisah.

Profil Ketakutan Berbicara

Anda bisa baca dengan teliti, sambil mengingat-ingat kembali peristiwa yang mungkin cocok dengan diri Anda. Bisa jadi Anda akan dapati beberapa profil sekaligus yang menempel pada diri Anda, seiring dengan semakin banyaknya Anda bicara di depan umum, kapan dan mengapa Anda merasa gugup/takut mungkin berubah mengikuti perkembangan tingkat pengalaman dan meluasnya kesadaran-diri Anda.

Sekarang, Anda bisa puaskan diri Anda dengan cari tahu termasuk dalam profil yang manakah diri Anda. Ingat ya, ini hanyalah sebuah alat untuk meraih pengertian yang lebih dalam dan luas mengenai diri Anda sendiri. Tidak ada yang baik atau buruk, jadi berhentilah menilai diri Anda terlalu ketat atau merendahkan diri sendiri dalam bentuk apa pun.

  1. Penghindar. Kapan mulai gelisah? Saat barusan mengetahui kemungkinan menghadapi situasi bicara di depan umum.
  2. Pakar Khawatir. Kapan merasa gelisah? Sejak saat acara pidato dijadwalkan.
  3. Atlet Adrenalin. Kapan gelisah? Tepat sebelum acara.
  4. Improvisator. Kapan gelisah? Selama acara berlangsung.

Penjelasan singkat profil Anda

Penghindar.

Menderita kegelisahan yang sangat menyengat berkaitan dengan berbicara atau berkomunikasi dalam situasi apa saja, sampai-sampai bersedia melakukan –hampir– segalanya untuk menghindari kesempatan yang mengharuskan dirinya dalam kegiatan berbicara itu. Bahkan, ia bisa jadi menolak promosi, atau melewatkan kesempatan kerja hanya untuk menghindari kemungkinan menjadi pusat perhatian.

Pakar Khawatir

Dia langsung merasa gugup ketika mendapati dirinya dijadwalkan untuk sebuah pidato, presentasi, atau wawancara kerja (apa saja yang termasuk bicara di depan umum). Acara itu mungkin masih tiga minggu lagi, atau sepekan lagi, itu tidak penting. Dia akan menghabiskan sepanjang waktu yang masih tersedia sampai saat itu tiba, untuk merasa khawatir tentang apa saja yang bisa, yang mungkin, dan yang akan terjadi.

Atlet Adrenalin

Dia merasa gugup, pas sebelum acara dimulai. Tepat sebelum tiba gilirannya tampil dan tiba-tiba terserang lonjakan energi yang harus diatasi. Seperti seorang bintang lomba lari yang berusaha mengendalikan kelebihan tenaganya, ia berfokus pada teknik untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang ada ketika sedang bersiap-siap mengikuti pertandingan.

Improvisator

Dia merasa gelisah sepanjang acara karena dia adalah tipe orang ‘di menit terakhir’ yang entah bagaimana selalu menunda-nunda persiapan atau tidak menggunakan cukup waktu untuk bersiap-siap. Dan akhirnya harus bersusah payah mengatasi segala macam masalah yang seharusnya bisa dengan mudah dihindari kalau saja dia membuat sedikit persiapan.

Sambil Anda membaca keempat profil singkat kegelisahan berbicara Anda, Anda bisa ingat kembali kepingan pengalaman Anda di masa lalu. Ketika Anda hendak diminta berbicara, saat Anda akan tampil berbicara, dan selama Anda sedang berbicara. Bisakah Anda mengidentifikasi diri Anda berdasarkan kapan Anda mulai merasa gugup berbicara? Adakah satu dari empat profil di atas yang menurut Anda mewakili sebagian dari diri Anda? Atau, jangan-jangan ada lebih dari satu profil yang menyemat di diri Anda.

Setelah Anda mengenali satu per satu karakter ketakutan berbicara itu, inilah saatnya bagi Anda untuk melampauinya. Sebelum tiba waktunya Anda tampil di publik, di kesempatan berikutnya. Jadilah pembicara otentik yang sadar sepenuhnya atas ketakutan pribadi. Dan lebih penting dari itu, ubahlah diri menjadi presenter yang lebih baik, dengan terus mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Bayangkan, akan seperti apa yang dapat Anda lakukan di masa depan, saat Anda sudah ‘merasa cukup’ dalam mempersiapkan diri bicara di depan publik. Apa saja persiapan yang Anda perlukan, akan Anda dapati di artikel berikutnya. Teruslah berlatih, menjadi lebih baik!

Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih