Pemberontak Syiah dilaporkan telah menyerang sebuah sekolah Islam Salafi, Darul Hadits Al Damaj, dan tempat-tempat lain di provinsi Saada di bagian utara Yaman, dan menewaskan paling sedikit 21 orang. Menurut kantor berita Xinhua, setidaknya 24 tewas dalam bentrok antar kelompok di Yaman. Sedikitnya 50-70 orang lainnya mengalami cedera dalam serangan itu. Dua diantaranya pelajar dari Indonesia.

Darul Hadits adalah ma’had (sekolah tinggi) yang muridnya banyak berasal Yaman dan banyak negara lainnya. Oleh pemberontak Syiah rafidhah, ma’had ini dipandang sebagai ancaman lantaran mengisi wilayah utara.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Seorang pemimpin Ma’had Darul Hadits mengatakan, pihak pemberontak yang berasal dari suku Huthi meminta ma’had ditutup selama 2 minggu dan memblokade pengiriman makanan untuk 10.000 orang.

Pejabat keamanan propinsi dan warga Sunni setempat menyatakan bahwa pemberontak Syiah dari kelompok Zaidi telah menembaki sasaran-sasaran di kota Damaj pada Sabtu malam sampai Minggu pagi. Kata mereka, di antara sasaran itu adalah sebuah sekolah milik kelompok Islam Salafi.

Sekte Syiah ‘Zaidi’ yang menguasai kawasan Saada itu melihat kelompok Salafi sebagai ancaman, dan militan dari kedua pihak terlibat tembak-menembak dalam beberapa minggu terakhir, sehingga warga setempat berusaha mengadakan gencatan senjata.

Pemberontak Zaidi itu melancarkan pemberontakan melawan pemerintah Yaman di bagian utara sejak lama.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, membenarkan informasi tersebut. “Kami sudah mengetahui identitas kedua orang tersebut, sudah disampaikan ke pihak keluarga,” kata dia saat dihubungi media, Rabu 30 November 2011.

Meski demikian, Tene tidak menyebut identitas kedua orang tersebut. “Mereka berasal dari Medan, Sumatera Utara dan Aceh,” tambah dia.

Jenazah ke dua korban diputuskan tidak dikembalikan ke Indonesia. “Dengan persetujuan pihak keluarga dan kondisi yang sulit di sana, jenazah sudah dimakamkan di Yaman,” jelas Tene.

Selain dua korban tewas, Tene juga membenarkan informasi yang menyebut, ada dua orang warga negara Indonesia yang terluka. “Betul, ada yang luka. Sekarang sedang dirawat di sana.”

“Tembakan menargetkan sekolah Islam yang dikelola kaum Sunni dan daerah sekitarnya di kota Damaj di utara Houthi, Provinsi Saada,” kata salah seorang pejabat kepada Xinhua. “Sebanyak 24 orang meninggal, termasukl tiga pelajar asing — dua dari Indonesia, satu lainnya berkewarganegaraan Amerika Serikat.”

Sementara itu, dalam hitungan hari, Perdana Menteri sementara Yaman Mohammed Basindwa akan mengumumkan susunan kabinet baru serta meminta bantuan dua negara Arab untuk menyokong persediaan listrik dan minyak negara. Sementara itu, ratusan pemrotes berkumpul menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh diadili.

“Pemerintahan baru akan diumumkan dalam hitungan hari. Yaman juga telah memberitahu menteri luar negeri Uni Emirat Arab serta Arab Saudi bahwa kami membutuhkan bantuan minyak dan listrik,” kata Basindwa, seperti dimuat kantor berita Reuters, 29 November 2011.

analisa | detiknews | voanews | vivanews | fimadani


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI