Kalimat Mulia yang Mengundang Keberkahan
Saturday, 22 August 2015 (5:13 pm) / Hikmah, Oase

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirrahmanirrahim

“Dengan menyebut Nama (asma) Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”

Bismillahirrahmanirrahim, kalimat yang penuh akan keberkahan. Kalimat yang selalu menjadikan semua aktifitas kita menjadi lebih bermakna. Sangat kita sadari bahwa dengan membaca kalimat itulah kita memulai seluruh pekerjaan. Sebuah kalimat yang menjadi bukti bahwa kita sangat membutuhkan pertolongan Allah, untuk hadir melimpahkan kebaikan-kebaikan kepada kita.

Dalam bekerja, memohon pertolongan dengan menyebut nama dan Asma Allah yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang, sangat sering kita lupakan. Padahal jika kita sadari semua aktifitas kita, jika di awali dengan membaca “Bismillahirrahmanirrahim”, InsyaAllah pasti akan terjaga dari segala sesuatunya yang buruk lagi mencelakakan. Baik itu dari kita mulai bekerja, memohon pertolongan dengan menyebut Asma Allah yang Maha pengasih dan Penyayang. Ketika berjalan, membaca, makan, minum, memasak, menyuci, mengajar dan lain sebagainya dalam beraktifitas, memohon pertolongan dengan menyebut Asma Allah yang Maha pengasih dan Penyayang.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda, “Setiap urusan yang diinginkan (seseorang), yang tidak dimulai dengan menyebut Asma Allah, (maka) terputus (dari keberkahan).” (HR. Ibnu Majah, no. 1894, dan dihasankan oleh Ibnu Sholah dan Nawawi)

Bahkan dalam cerita lain yang ketika itu Nabi Sulaiman memulai suratnya kepada Ratu Bilqis dengan membaca, “Bismillahirrahmanirrahim”, 

“Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman, dan sesungguhnya isinya adalah “Dengan menyebut Asma Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang” (QS. an-Naml: 30)

Maka sesungguhnya Allah memberikan keberkahan dalam surat khusus yang pada saat itu diantarkan langsung oleh seekor burung yang bernama Hudhud. Setelah surat tersebut diterima oleh ratu Bilqis dan membaca isi surat itu, pada akhir kisah, Bilqis berkata; 

“Ya Tuhanku, sungguh aku telah berbuat dzalim kepada diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah Tuhan semesta alam.” (QS. an-Naml: 44)

Subhanallah, betapa indahnya ketika kita mampu memulai setiap aktifitas kita dengan membaca, Bismillahirrahmanirrahim.

Ust. Hervi Ghulam Faizi, Lc

Redaktur: Sadam Hussein

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2017 Designed & Developed by Ibrahim Vatih