Jelang Ramadhan, Konglomerat Arab Belanja ke London dan Amerika

Rabu, 4 Juli 2012 (8:10 am) / Uncategorized

Dua minggu menjelang bulan Ramadan, beberapa warga Arab Saudi tajir malah mendatangi Ibu Kota London, Inggris, utamanya buat belanja. Selain itu, alasan mereka menyambangi kota itu lantaran ingin menghindari panasnya udara di Timur Tengah.

Dilansir dari stasiun televisi Al Arabiya, Senin (2/7), warga Saudi tidak hanya bersantai di London tapi juga sembari unjuk kekayaan. Mereka sanggup menghabiskan uang ribuan dolar demi memuaskan hasrat mereka membeli berbagai barang nomor wahid.

Demi menyambut turis Saudi itu, toko emas dan perhiasan di Jalan Bond, penjahit top di West End, dan seluruh hotel bintang lima di London pun berbenah. Para pemilik menginstruksikan seluruh pegawai mereka asal Arab mereka agar menjamu tamu berkocek tebal itu sebaik mungkin.

Kehadiran pelayan berbahasa Arab menjadi penting lantaran bisa membangun kedekatan emosional kepada para turis berkantung tebal itu. Tetapi tentunya para pemilik toko mengharapkan dagangan mereka laris terjual.

Para turis Saudi itu biasa menghabiskan kocek sekitar USD 2.964 atau sekitar Rp 27.7 juta buat membeli satu baju buatan perancang ternama. Sementara orang Inggris dan Amerika Serikat hanya sanggup membayar USD 187 dan USD 858 buat berbelanja pakaian mahal.

Tadinya Ibu Kota Paris menjadi kota favorit para pelancong asal Saudi. Selain tenar dengan ikon Menara Eiffel, keindahan dan suasana romantisnya juga menjadi daya tarik. Tetapi sejak pemerintah Prancis menerapkan larangan mengenakan jilbab, mereka kini lebih memilih London sebagai tempat jalan-jalan.

Selain membeli perhiasan dan baju bermerek, para turis itu juga tidak segan menghamburkan uang buat membeli rumah mewah seharga USD 7.8 juta. “Kunjungan menjelang Ramadan saat ini merupakan fenomena,” kata Jace Tyrrell dari New West End Company. Menurut dia banyak toko meraup laba jutaan dollar meski berbagai barang dengan itu dijual dengan harga mahal.

Beli Apartemen Mewah di New York

Sementara itu, dikabarkan Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim bin Jaber al-Thani menghabiskan USD 100 juta atau sekitar Rp 934,5 miliar untuk membeli apartemen mewah di Kota New York, Amerika Serikat. Pembelian itu sejatinya sudah dilakukan Mei lalu.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (3/7), Hamad memborong dua lantai apartemen paling atas di gedung One57 dengan luas sekitar 1.015 meter persegi. Apartemen yang dia beli itu berada di lantai 89 dan 90. Pemandangan yang ditawarkan sungguh menakjubkan. Dari atas, dia bisa menikmati pemandangan seantero New York.

Gedung apartemen itu sangat eksklusif karena terletak di kawasan Manhattan, jantung New York. Apartemen itu berseberangan dengan gedung konser Carnegie Hall dan hanya sepelemparan batu dari taman kota.

Surat kabar the New York Post melaporkan apartemen itu memiliki paling tidak lima kamar tidur, empat ruang perapian, dan satu mezanin berukuran besar. Apartemen itu juga dilengkapi jendela setinggi lantai hingga langit-langit.

Menurut pengembangnya, Gary Barnett, Hamad berencana memborong tiga lantai lagi sehingga secara keseluruhan ia harus merogoh kira-kira Rp 2,3 triliun. Bangunan apartemen itu masih dalam pengerjaan dan diperkirakan selesai tahun depan.

Tadinya, Hamad berniat menguasai dua apartemen di Jalan Five Avenue. Namun, sang pemilik, Huguette Clark, menolak tawaran Rp 294 miliar itu. “Dia telah memutuskan membeli apartemen di gedung One57 setelah penolakan Clark,” kata seorang sumber kepada the New York Post.

Penolakan ini akibat munculnya selentingan menyebutkan Hamad akan menggabungkan dua apartemen itu menjadi satu. Alasan lain, dia pemimpin dari asing dan mempunyai kekebalan diplomatik.

Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih