Menjelang pergantian tahun baru nanti malam, beberapa apotek di Kota Pontianak mengalami peningkatan omzet. Terutama terhadap penjualan alat kontrasepsi jenis kondom. Dari pantauan Pontianak Post (Group JPNN) di beberapa titik wilayah setempat, kondisi ini terjadi seiring dengan malam pergantian tahun baru. Entah ada hubungannya atau tidak, tapi peningkatan penjualan itu diakui beberapa apotek di kota Pontianak, semakin meningkat di akhir tahun.

Seperti dituturkan Dedi, menjadi rutin tiap tahun kondom dilirik banyak kalangan pada malam pergantian tahun. Mulai anak muda hingga orang tua. Mereka membeli alat kontrsepsi tersebut. “Semua tergantung selera  pembeli,” kata penjaga apotek di Jalan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya ini, Jumat (30/12).

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Saat ditemui, ia mengungkap setidaknya telah dua kotak kondom terjual dari apotek yang dijaganya. Dengan lugas Dedi menjelaskan pada malam yang menyangkut perayaannya melibatkan anak muda, kondom pasti jadi pasokan paling diminati. “Ini sudah jadi hal yang lumrah,” paparnya.

Dia menambahkan, lonjakan permintaan kondom terjadi pada kisaran sore. Pada tempat terpisah, Dewi menuturkan hal serupa dengan Dedi. Perempuan muda ini mengisahkan sudah hal biasa, kondom laku keras saat malam tahun baru maupun valentine. Apotek yang  Dewi jaga sendiri menyediakan banyak ragam jenis kondom. “Kondom ini di jual  perkotak,” kata Dewi. Mulai harga Rp7.500 hingga Rp11.000. Harga tersebut tergantung jenis merek dan isi kondom dalam tiap kotak. Karena, kata Dewi, isi  kondom dalam tiap kotak berbeda. Standar maksimalnya dua belas kondom isi setiap kotaknya.

Hendrik pun mengisahkan hal sama. Pria yang setiap hari menjaga apotek dibilangan jalan Adi Sucipto ini mengungkapkan belasan kotak kondom terjual di malam valentine. Beda jauh dengan hari biasa. “Mayoritas anak muda yang beli,” tuturnya. Ceritanya, pembeli kondom tidak sebatas pria saja. Karena, cewek juga biasa  beli kondom di apotek yang  Hendrik jaga. “Sudah lumrah. Itu biasa,” kata dia. Permintaan  kondom, kata Hendrik, mulai dari sore hingga malam.

Jody (bukan nama sebenarnya) salah satu pembeli kondom merek terkenal mengatakan alat kontrasespsi tersebut dipakai untuk pesta. “Kan malam Valentine,” katanya. “Biar aman,” tambah pemuda yang mengaku selalu beli kondom di apotek ini.

Menurut Apoteker Rumah Sakit Kharitas Bhakti Drs Sofyan Arsie menjelang Tahun Baru penjualan kondom meningkat hingga 20 persen. Tidak hanya itu, beberapa produk obat dan seperangkat alat suntik lainnya juga laku keras. “Untuk alat suntik dan obat, kami jual berdasar resep dokter,” jelanya.

Dia mengatakan, untuk penjualan alat kontrasepsi jenis kondom memang tidak harus menggunakan resep dokter. Kendati demikian, tidak dijual bebas kepada semua umur. “Harus 18 tahun ke atas,” pungkasnya.
Terpisah, anggota DPRD Kalimantan Barat Ali Akbar mengingatkan agar malam Tahun Baru tidak dijadikan sebagai ajang maksiat. Hal ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas kebiasaan negatif sebagian warga dalam merayakan tahun baru. Momen pergantian tahun sering dimanfaatkan untuk mabuk-mabukan, praktik seks bebas dan kebut-kebutan di jalan raya.

“Malam Tahun Baru jangan dekatkan diri dengan maksiat,” kata politisi PPP itu. Menurutnya, sudah bukan rahasia bahwa pergantian tahun sering memakan korban, baik korban seks bebas hingga  korban nyawa akibat kebut-kebutan di jalan karena pengaruh alkohol. “Sebaiknya rayakan malam Tahun Baru dengan doa agar Indonesia bebas dari krisis di tahun 2012,” pesannya.

Sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) Kalbar juga menyeru kepada masyarakat, khususnya umat muslim agar tidak ikut-ikutan dalam euforia pesta Tahun Baru Masehi. Apalagi jika sampai terjerumus ke dalam perbuatan maksiat. Ketua Dewan Syura DPD FPI Kalbar Ustaz Syahrani mengatakan, selama ini sebagian umat muslim Kalbar selalu terjebak untuk ikut-ikutan. “Padahal, Pesta Tahun Baru itu bukanlah budaya Islam,” katanya.

Kondom Berserakan di Sekitar Pantai

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim mengimbau kepada generasi muda dalam perayaan malam tahun baru tidak berlebihan, apalagi sampai melakukan seks bebas. “Malam pergantian tahun alangkah baiknya diisi dengan refleksi, berdoa dan diskusi bermanfaat. Budaya untuk menggeber kendaraan dan konvoi di jalanan tentunya berbahaya dan bisa menimbulkan kecelakaan,” tegas Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori, Jumat (30/12/2011).

MUI Jatim mengaku selalu menerima laporan terkait banyaknya kondom berserakan di sekitar Pantai Kenjeran. Hal itu terjadi setiap usai pergantian tahun. “Kami dapat laporan dari masyarakat bahwa setiap usai perayaan tahun baru di sekitar Pantai Kenjeran banyak sekali kondom yang berserakan,” ujarnya.

Menurut dia, hal itu tentunya menandakan ada banyak maksiat yang  digunakan untuk merayakan pergantian tahun. Hal itu,  sangat disayangkan jika pergantian tahun justru diisi dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat dan berbau maksiat. Selain menyorot Pantai Kenjeran, MUI juga tidak sepakat dengan konsep pembangunan di Taman Bungkul Surabaya. Dengan konsep seperti saat ini, Taman Bungkul justru membuat marak kegiatan maksiat. Padahal di tempat itu ada makam seorang ulama yang disebut Sunan Bungkul.

“Tahun baru di tempat itu biasanya sangat ramai. Seharusnya taman Bungkul dibangun perpustakaan sehingga membuat masyarakat lebih cerdas. Jangan seperti konsep saat ini yang banyak kegiatan maksiat,” pungkasnya

jppn | beritajatim | fimadani


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI