Pacaran Kok Cemen
Monday, 31 August 2015 (10:06 am) / Motivasi, Pengembangan Diri, Tazkiyatun Nafs
rizkisangpemimpi.wordpress.com

Cemen, cuma gara-gara ditolak atau diputusin pujaan hati, lantas patah hati. Malas sekolah atau kuliah, tidak mau belajar, malas makan, apalagi ngaji. Parahnya lagi ada yang sampai bunuh diri. Kaya ngga ada orang lain lagi di bumi. Emang manusia hidup hanya untuk pacaran doang? Yakin kalo tembakanmu diterima atau kalian pacaran bersama selamanya akan bahagia?

Cemen banget dah cuma gara-gara sedikit masalah keluarga atau problem degnan teman, lantas langusung merasa terpurukdan frustasi. Menjadi pribadi pemberontak, berbuat sesuka hati, sembari menuduh orang tua tau teman-temanlah yang menyebabkan dirinya jadi begini. Parahnya lagi ada yang sampai bunuh diri.

Jangan cemen man. Hidup ini untuk bahagia, bukan untuk bersedih. Sudahlah. Move on. Hiduplah untuk masa depanmu, kata mario teguh. Sekeras apapun kamu berusaha mencari perhatiannya atau selama apapun kita berpacaran dengan seorang yang kita suka, jika bukan jodoh, semua kan sia-sia. Kata bang Felix Siau juga Pacaran nggak ada gunanya, “udah putusin aja.”

“Ingat hidup itu tidak sebatas mencari pasangan saja, beranak-pinak lalu mati, ada capaian lain yang harus kita gapai, ada cita yang harus kita raih dan ada akhirat yang harus kita pikirkan. Pasti dan usahakan bahwa kita bahagia di sana.” Aamiin.

Yakinlah semua orang akan selalu mengalami perosalan dalam kehidupannya. Jangan pernah cemen karena hidup akan terus diliputih oleh permasalahan, tidak ada cerita orang hidup tidak mendapatkan masalah. Sekalas Nabi pun, yang derajatnya di atas manusia, pada jamannya adalah persoalan yang mungkin tidak bisa kita bayangkan, bahkan nyawa mereka menjadi taruhan dalam memperjuangkan Islam yang hingga saat ini kita rasakan bersama dan semoga akan terus berjaya hingga akhir jaman nanti. Aamiin inysaAllah.

Jangan cemen, karena masalah adalah soal ujian yang justru akan meningkatkan skill hidupmu. Jangan fokus pada masalah, fokuslah pada pencarian solusi. kuatkan mental dan hati, Rosul mengingatkan kita untuk “la ta’jaz”, kuatkan mental dan hati. Sebesar apapun masalah kita, percayalah Rabb masih jauh lebih besar dan lebih kuasa menyelsaikan semuanya bisa dalam sekejap mata. Mohanlah ampunan dan minta pertolongan kepada-Nya. Jangan melarikan diri, karena siapa yang melarikan dia akan di kenal sebagai seorang yang pengecut karena kemana dan dimana pun kita, masalah akan selalu ada.

Smooth sea never made skilled sailor.

Redaktur: Sadam Hussein

Sumber: duduul.com

Sebarkan Pada Sesama

privacy policy