Iskandar Zulkarnain dan Alexander Agung dalam Pandangan Islam
Friday, 22 May 2015 (8:41 pm) / Persona

“Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu" (Al-Kahfi: 84)

Sejarah dan mitos tentang kedigdayaan Imperium Alexander Agung telah menjadi cerita yang legendaris baik melalui cerita rakyat, kepercayaan agama tertentu bahkan tulisan-tulisan mengenai sejarah. Dalam dunia Islam dan budaya Arab ada kepercayaan tersendiri mengenai sosok Alexander Agung atau yang dalam bahasa Arab disebut Iskandar bin Filqus. Kisah Alexander The Great banyak terhubung dengan tokoh yang dibicarakan dalam Al Qur’an yang bernama Zulkarnain atau lebih populer dengan Iskandar Zulkarnain.

Dalam literatur Islam dan Arab, kedua tokoh tersebut memiliki kontroversi masing-masing. Ada yang berpendapat bahwa keduanya merupakan sosok yang sama namun ada yang mengatakan keduanya berbeda. Sebagia percaya bahwa Iskandar Zulkarnain adalah seorang Rasul, Nabi dan ada yang sebatas menganggapnya sebagai orang sholeh. Alexander Agung pun ada yang beranggapan bahwa ia adalah seorang musyrik tulen yang menyembah beerhala namun sebagian menganggap bahwa ia seorang yang sholeh. Kedua pendapat memiliki argumen masing-masing.

Iskandar Zulkarnain dalam Islam merupakan salah satu tokoh yang fenomenal karena disebutkan dalam Al-Quran sebagai seoerang yang mampu menguasai bumi dari timur hingga Barat. Begitu juga dengan Alexander Agung yang sosoknya sangat masyhur diberbagai negara-negara seperti Mesir, Irak, Iran, Makedonia, Eropa dan negara-negara Asia tengah.

Dimanakah posisi Islam dalam memandang Iskandar Zulkarnain dan Aleksander Agung? Apakah Islam memandang kedua tokoh sejarah tersebut sebagai orang yang sama? Ada perbedaan di kalangan ulama dan sejarawan Muslim tentang jati diri keduanya, sebagian menyatakan bahwa keduanya merupakan orang yang sama seperti pendapat Abu Kalam Azad dan ada yang mengatakan bahwa keduanya merupakan orang yang berbeda. Pendapat yang terakhir tersebut yang banyak diikuti para ulama dan ahli sejarah Islam seperti Ibnu Qayyim, Syaikh Muhammad al-Qasimi, Ibnu Hisyam dan Wahb bin Munabih.

Tentang nama sebenarnya dari Iskandar Zulkarnain, pendapat yang paling kuat menyatakan bahwa namanya adalah ash-Sha’ab bin Zu Maratsid seperti yang diungkapkan al-Allamah al-Maqrizi, al-Allamah Ibnu Qayyim, Ibnu Hisyam dan Wahb bin Munabih. Nama lain yang dipercaya sebagai nama asli Zulkarnain adalah Afridun bin ad-Dhahhak, Mush’ab bin Abdullah dan Marziban bin Marziban al-Yunani.

Terlepas dari kontroversinya di kalangan ulama dan ahli sejarah Islam, perdebatan tentang Iskandar Zulkarnain, menurut Abu Ubaidah merupakan suatu hal yang tidak perlu diperdebatkan. Abu Ubaidah menambahkan bahwa yang perlu menjadi perhatian kaum mukmin adalah Zulkarnain (yang disebutkan dalam Al Qur’an) adalah hamba Allah yang saleh dimana Allah tidak memberikan kepada Zulkarnain, sesuatu yang tidak pernah diberikan kepada orang lain.

Wallahu’alam.

Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan Pada Sesama