jewishtribune

Pemikir liberal Irshad Manji yang dicap sesat oleh sebagian umat Islam boleh jadi bakal makin kontroversial setelah sebuah laporan menyebutkan dia mendapat dana dari seorang konglomerat Zionis anti-Islam.

Surat kabar The Nation melaporkan, Rabu (13/6), taipan Zionis bernama Nina Rosenwald telah mendanai program nirlaba dijalankan oleh Irshad bernama Proyek Ijtihad. “Pada 2007, Rosenwald memberikan dana USD 10 ribu atau sekitar Rp 94,3 juta buat Proyek Ijtihad,” tulis koran itu. Proyek ini untuk membangun jaringan para pemikir moderat muslim dan muslim di seluruh dunia.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Nina adalah putri dari William Rosenwald, tokoh Zionis Amerika Serikat yang mendirikan organisasi Seruan Yahudi Bersatu pada 1939. Lewat yayasan Dana Keluarga William Rosenwald, Nina bersama kakaknya, Elizabeth Varet, selama 12 tahun terakhir telah menyumbang lebih dari USD 2,8 juta (sekitar 26,4 miliar) bagi pegiat anti-Islam dan kegiatan buat menyebarkan kebencian terhadap muslim.

Nina juga turut mendukung perjuangan politikus anti-Islam dari Belanda, Geert Wilders. Pemimpin Partai Kebebasan ini menuding Dia menyerukan penghentian Islamisasi di seluruh Eropa. “Islam adalah ancaman terbesar bagi kebebasan sedang kita hadapi,” ujarnya. Lewat film Fitna, politikus sayap kanan ini mendiskreditkan Islam sebagai agama kekerasan dan imperialis.

Irshad Manji datang ke Indonesia bulan lalu untuk peluncuran buku keduanya berjudul Allah, Liberty, and Love. Berbeda dengan lawatannya empat tahun lalu, kali ini banyak organisasi Islam menolak. Diskusi bukunya di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dibubarkan paksa. Acara serupa di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dibatalkan. Kajian bukunya di sebuah lembaga di Yogyakarta berujung ricuh.

Majelis Ulama Indonesia bersama sejumlah kelompok Islam menuding pemikiran Irshad sesat. Bahkan, dia juga dicap kafir.  Pemikiran Irshad memang bertentangan dengan syariat islam. Perempuan lesbian ini mengaku salat setiap hari 12-15 kali. Itu pun bukan melakukan salat seperti orang Islam umumnya.


Redaktur: Shabra Syatila
Sumber: merdeka

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI