google image

Seorang dai kondang Arab Saudi, Syeikh Aid Al-Qarni menghimbau petinggi tentara Suriah beserta jajarannya untuk membelot dari rezim Bashar Al-Assad dengan cara tidak mematuhi semua instruksinya dan tidak menembaki rakyat. Menurut dai penulis Buku La Tahzan ini, memerangi Bashar Al-Assad adalah sebuah kewajiban syariat berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur`an dan hadits. Bahkan, menurutnya memerangi Bashar Al-Assad lebih wajib daripada memerangi Zionis; karena dapat menghentikan kejahatan di negeri itu dan tidak ada lagi darah rakyat yang tumpah sia-sia.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Syeikh Al-Qarni, dalam wawancara dengan saluran Al-Arabiya, mengatakan bahwa rakyat Suriah wajib mengangkat senjata dalam rangka melawan rezim Bashar Al-Assad bahkan dengan menggunakan batu sekalipun; karena Assad sudah menyamai Sharon dalam hal ini. “Dataran tinggi Golan tidak akan bisa dibebaskan sampai rezim yang berkoalisi dengan musuh-musuh umat Islam ini tumbang. Sejatinya, rezim Al-Assad adalah mitra Israel yang berjuang untuk mempertahankan kekuasaannya,” tegas Syeikh Al-Qarni.

Di samping itu, seperti yang dilaporkan banyak media, hari ahad kemarin (26/2) kekerasan terhadap rakyat sipil terus berlanjut dan menewaskan 45 orang. Belum lagi yang terjadi di Homs, karena tentara Al-Assad terus menembaki para demonstran dan mereka telah mengepung kota itu selama tiga minggu.

Kota Homs yang merupakan basis kubu revolusi Suriah adalah sasaran utama yang hendak dibumihanguskan oleh tentara Al-Assad. Keadaan penduduk kota itu sangat sulit dan keras. Saat ini mereka mampu bertahan hidup dengan ikan tuna yang sudah dikalengkan setelah tepung, roti dan makanan lainnya habis.

Berdasarkan data statistik yang dipublikasikan oleh salah satu kelompok oposisi di Suriah minggu yang lalu, jumlah korban yang tewas sejak pecahnya revolusi lebih dari 8.500 orang, dan lebih 3.200 orang di antaranya tewas di Homs. Hal ini menunjukkan betapa besarnya tragedi yang melanda kota tersebut.


Redaktur: Ibnu Umar
Sumber: islammemo

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI