Dibalik Pesona Kosmetika

Jumat, 8 Juli 2011 (4:51 pm) / Kecantikan, Muslimah

Ketika berbicara tentang kosmetika, yang terbayang dalam benak kita adalah wanita. Kosmetika mungkin identik dengan kecantikan fisik. Ada begitu banyak kaum wanita yang terobsesi menjadi cantik melalui beragam upaya. Salah satu cara paling instan yang banyak dilakukan adalah dengan menggunakan berbagai macam kosmetika. Namun sadarkah kita? Bahwa di balik pesona kosmetika itu ada begitu banyak penyakit yang mengintai, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit yang mematikan. Penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh berbagai bahan yang menyusun kosmetika tersebut. Berbagai penyakit tersebut diantaranya dermatitis kontak (semacam bintik-bintik), jerawat, fotosensitifitas, pigmented cosmetic dermatitis (pigmen bertambah atau kulit bertambah gelap ketika pemakaian dihentikan), beberapa reaksi kulit lain seperti granuloma, serta berbagai penyakit berbahaya seperti gangguan ginjal, jantung, hati serta organ tubuh lainnya.

Tentunya kita sering mendengar atau melihat iklan-iklan kosmetik penghilang jerawat, pemutih wajah, dan sebagainya. Ada begitu banyak iklan yang menyesatkan karena terlalu lebay, yang terkadang malah keluar dari batasan kosmetika. Dan tak banyak yang menyadari tentang hal ini. Jangankan sadar, tahu pun mungkin tidak.

Hakekat dari kosmetik sesungguhnya adalah bahan yang digunakan hanya untuk luar tubuh manusia, seperti bedak, lipstik, shampo, pasta gigi, dan sebagainya. Dan yang namanya kosmetika itu bukan sesuatu yang berkhasiat sebagai obat, seperti penghilang jerawat misalnya. Ada beberapa tujuan dari pemakaian kosmetika ini, antara lain untuk perawatan diri, memperbaiki penampilan (rias), sebagai pengharum/wewangian, pelindung (sunblock, tabir surya, dsb), ada juga kosmetika khusus untuk artis, atau yang lebih sering disebut masking.

Menurut Al Qur’an, refleksi kecantikan yang sempurna ada pada penciptaan bidadari surga. Cantik dalam terminologi Al Qur’an adalah cantik luar dan dalam, cantik rupa dan budi. Kecantikan itu ada yang berasal dari dalam (hati) dan ada pula yang dari luar (fisik). Dan sesungguhnya Islam lebih mengutamakan pesona kecantikan dari dalam (inner beauty) daripada kecantikan fisik karena hati adalah komandan yang akan menentukan baik buruknya perilaku. Kecantikan wajah semisal bentuk hidung atau mata merupakan ciptaan Allah yang tidak bisa diubah, sedangkan kecantikan hati yang bersumber dari taqwa dapat diperbagus asalkan kita mau berusaha.

Ciri-ciri hati yang cantik antara lain terbebas dari sikap sombong, tamak dan dengki, dan dipenuhi dengan tawadhu’ (rendah hati) dan qana’ah. Hati yang tawadhu’ akan seperti air yang selalu mencari tempat yang rendah dan menyejukkan orang lain. Hati yang qana’ah akan seperti telaga yang luas yang tidak pernah merasa sempit dengan keadaan yang diterimanya. Pribadi yang memiliki kecantikan hati akan dikenali debagai sosok yang menebarkan ketenangan pada lingkungannya sehingga tidak ada yang merasa tersikssa, dirugikan, takut atau terancam saat berada bersamanya. Pribadi yang cantik juga adalah sosok yang pemaaf yang tidak suka membuka aib saudaranya dan pandai mengendalikan emosinya.

Jika yang utama adalah kecantikan hati, tidak perlukah merawat kecantikan fisik? Merawat kecantikan fisik tetap perlu dilakukan sebagai salah bentuk rasa syukur nikmat kepada Allah. Namun ada hal yang perlu diperhatikan tentang kaidah menampakkan penampilan fisik, yaitu cantik di rumah, rapi di luar dan bukan sebaliknya.

Agar terhindar dari berbagai bahaya yang mengintai akibat pemakaian kosmetika, maka kita perlu cermat. Ada beberapa tips agar terhindar dari hal-hal tersebut, antara lain : cermat dalam memilih dan membeli kosmetika sesuai kebutuhan, cermat dalam menggunakan, cermat dalam membaca info (karena ada beberapa kandungan kosmetika yang berbahaya dan sebenarnya itu dilarang), perhatikan semua informasi yang tertera dalam label, termasuk ijin dari BPOM dan juga LPPOM MUI.

Selain itu, Allah telah menyediakan begitu banyak fasilitas di alam ini yang bias digunakan untuk mempercantik diri. Bahan-bahan alami seperti buah, sayur dan rempah-rempah bisa digunakan untuk keperluan tersebut, tentunya sesuai kebutuhan, tujuan, serta kandungan dalam buah dan sayur tersebut. Olah raga teratur banyak minum air putih, akan membuat kita makin sehat dan bugar.

_____________________________________________________

*pernah dimuat di salimah.or.id

Redaktur: Tata Rifa

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih