Gerakan Pemuda Ansor membentuk Detasemen Khusus 99 untuk mencegah munculnya gagasan-gagasan radikal terorisme. Densus 99 Ansor ini merupakan bentuk pengabdian untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ketika ada orang-orang atau kelompok yang sengaja ingin mengganti ideologi bangsa dengan kekerasan dan tindak terorisme, Banser siap dengan Densus 99,”  kata Ketua GP Ansor, Nusron Wahid saat memimpin Apel Banser dalam memperingati Harlah NU ke-85 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu 17 Juli 2011.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Menurutnya kehadiran Densus 99 Ansor ini sebagai upaya deradikalisasi doktrin-doktrin radikal teroris. Tugasnya, melakukan tindakan preventif dan edukasi kepada umat dari provokasi kalangan-kalangan yang ingin menghancurkan NKRI.

Lebih lanjut, anggota Komisi Keuangan DPR ini menegaskan pembentukan Densus 99 Ansor ini akan dipusatkan di Cirebon. “Karena di Cirebon ada bom yang meledak di masjid. Kami tidak mau ada lagi masjid-masjid NU yang di bom,” kata dia.

Densus 99 yang berjumlah 204 personel ini dibekali bela diri dan ilmu kebal. Selain itu, detasemen yang berada di bawah komando Gus Nuruzzaman ini juga memiliki keahlian menjinakkan bom.

“Densus ini kami persiapkan untuk membantu polisi menghadapi kelompok-kelompok garis keras yang merongrong akidah ahli sunnah wal jamaah dan NKRI,” kata dia.

Detasemen 99 yang berilmu kebal ini sungguh berbeda dengan detasemen-detasemen yang dicontohkan oleh Rasulullah, dimana kematian bagi anggota adalah kesyahidan yang diidam-idamkan. (viva)


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI