Berita Palsu Tentang Presiden Mursi

Kamis, 5 Juli 2012 (11:02 am) / Uncategorized

Beberapa waktu yang lalu, banyak media massa cetak dan elektronik yang mengangkat berita tentang Dr. Muhammad Mursi, presiden Mesir pertama pilihan rakyat, baik berita negatif maupun positif. Namun, sangat disayangkan beberapa berita di antaranya adalah palsu, bisa jadi karena sumbernya yang tidak valid atau dipalsukan sendiri oleh pembuat berita. Dr. Yasser Ali, juru bicara resmi kepresidenen meminta media massa tidak mengangkat berita palsu tentang presiden Muhammad Mursi meskipun sudah menyebar di masyarakat.

Di antara berita palsu tersebut adalah:

Pertama: Sebelum Muhammad Mursi menginjakkan kaki di istana presiden, kantor berita Iran, Fars (Fars News Agency) memberitakan bahwa media itu telah melakukan wawancara khusus dengan Presiden Mursi beberapa menit sebelum KPU Mesir mengumumkan hasil Pilpres putaran kedua. Tak lama kemudian, banyak media lokal dan internasional mengutip berita tersebut, bahkan ada yang menjadikannya berita utama, sehingga banyak pengamat yang melihat bahwa sikap Mursi ini telah mengubah peta politik di Timur Tengah.

Menurut Yasser, kantor kepresidenan Mesir menolak kebenaran berita itu dan akan mengambil langkah hukum terhadap kantor berita Fars karena telah membuat wawancara palsu.

Kedua: Sebelum dilantik di Mahkamah Konstitusi pada hari Sabtu (30/6) lalu, tersiar kabar bahwa Presiden Muhammad Mursi akan menyumbangkan semua gajinya untuk kepentingan negara.

Dr. Yasser Ali juga membantahnya dan mengatakan berita itu palsu dan sama sekali tidak benar. Dia meminta media massa untuk menyelidiki semua berita sebelum mempublikasikannya.

Ketiga: Pada hari yang sama, ketika banyak telegram presiden dan raja dari penjuru dunia yang berisi ucapan selamat kepada Presiden Mursi atas kemenangannya dalam Pilpres, beberapa media memberitakan bahwa Muhammad Mursi menolak telegram ucapan selamat dari Bashar Assad sebagai protes atas tindakan represif yang dilakukannya kepada rakyat Suriah. Lagi-lagi, ini adalah berita palsu. Yasser menegaskan, Presiden Mursi tidak pernah menerima ucapan selamat dari Bashar Assad.

Dalam konteks yang sama, sejumlah media massa Israel memuat berita penolakan Muhammad Mursi atas ucapan selamat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai headline, Ahad (1/7). Mursi dilaporkan menolak kontak telepon dari Netanyahu yang ingin menyampaikan ucapan selamat atas kemenangannya sebagai presiden terpilih Mesir dan menolak menemui utusan Netanyahu yang datang ke Mesir untuk membicarakan amandemen kesepakatan damai antara Mesir dan Israel. Berita ini juga dibantah oleh Yasser.

Fimadani termasuk media yang telah mempublikasikannya dan berita ini sekaligus klarifikasi terhadap pemberitaan sebelumnya.

Keempat: Terkait kabinet yang akan dibentuk Presiden Mursi, beredar rumor yang menyebutkan sebuah nama yang ditugaskan oleh Presiden Mursi menyeleksi calon menteri. Nama-nama menteri beserta posisi yang akan ditempatinya juga beredar di beberapa media. Yasser mengatakan, nama-nama yang ada hanyalah spekulasi awak media.

Kelima: Presiden Mursi memerintahkan salah seorang anaknya yang bernama Usamah untuk menyerahkan hadiah kepada Rasyid Ghannouchi, ketua partai Islam An-Nahdah Tunisia. Yasser mengatakan berita ini tidak benar. Bahkan, Usamah yang diduga melakukannya sering muncul di media untuk membantah rumor tersebut.

Keenam: Presiden Muhammad Mursi menghubungi Syaikh Al-Azhar untuk meluruskan kesalahpahaman karena dia tidak mengikuti konferensi pers yang dilakukan oleh Universitas Kairo disebabkan Syaikh Al-Azhar dan ulama lain tidak mendapatkan tempat duduk yang layak.

Hari berikutnya, pihak Al-Azhar membantah bahwa Syaikh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb pernah dihubungi oleh Presiden Mursi. Sementara itu, pihak Universitas Kairo mengakui kesalahan mereka.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Mesir, kantor kepresidenan membantah secara resmi semua rumor yang beredar di masyarakat tentang Presiden yang baru dilantik 5 hari lalu itu. Tidak diragukan, Presiden Mursi akan menjadi target pemberitaan media massa cetak dan elektronik.

Redaktur: Ibnu Umar

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih