Selasa, 9 Juni 2015 (1:03 pm) / Citizen Journalism, Opini

Hormat

"Makbdungdut!" "Kenape?" "Itu Kyai, si Jambul kaga puasa makan minum senaknya di pangkalan ojek. Banyak anak-anak yang puasa… Selengkapnya →

AKP Turki (Masih) Menang

Senin, 8 Juni 2015 (3:30 pm) / Citizen Journalism, Opini

Jujur saja, saya sebenarnya was-was jauh sebelum pencoblosan bahwa suara AK Parti tergerus karena banyak sebab, salah satunya dari Presiden Erdogan sendiri. Kendati sebagai pengamat, saya sangat berharap AK Parti menang lagi, setidaknya untuk single majority, memerintah tanpa koalisi. Itu harapan dan doa saya, karena menurut saya akan banyak kepentingan… Selengkapnya →

Diskresi itu Masih di Jalan Pak Dahlan

Minggu, 7 Juni 2015 (7:41 pm) / Citizen Journalism, Opini

Karena dibangun atas dasar marah dan dendam atas maraknya kasus KKN. Konon undang-undang ini menjelma menjadi undang-undang anti korupsi terketat sejagad. Itulah UU Nomor 31 tahun 1999. Pengertian korupsi pada UU ini paling luas di dunia. Sangat mudah menjadikan orang tersangka. Kita tidak perlu benar-benar korupsi untuk bisa dijerat dengan… Selengkapnya →

Mengapa Amal Usaha Muhammadiyah Lebih Maju dari NU?

Kamis, 4 Juni 2015 (2:39 pm) / Opini

Tadi sore (2/6) kedatangan sahabat lama ketika kuliah di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang, beliau anak seorang Kyai besar NU dari Pasuruan. Dia tahu saya aktivis Muhammadiyah. Walaupun berbeda organisasi, sama sekali tidak menghalangi silaturahmi kami. Begitu juga ketika ada kegiatan di Pasuruan, saya sering bersilaturahmi ke rumahnya, bahkan kalau… Selengkapnya →

Hizbut Tahrir dan Politik Luar Negeri Turki

Selasa, 2 Juni 2015 (3:14 pm) / Citizen Journalism, Opini

Secara umum, politik luar negeri Turki cenderung anomali dengan jamak politik luar negeri di negeri-negeri Muslim lainnya. Introvert, pragmatis, domestic-oriented sehingga cenderung ignorant.Turki sebaliknya mengembangkan kebijakan perlindungan kepada pelbagai kelompok-kelompok Islam yang tertindas di pelbagai belahan dunia, selevel dengan kebijakan positif Eropa pada era 80-an yang memberi suaka kepada para… Selengkapnya →

Muslim Dibuat Gaduh Agar Pengikut Iblis Bebas Melenggang

Jumat, 29 Mei 2015 (7:07 am) / Opini

Akhir akhir ini ummat Islam disibukkan dengan berbagai kegaduhan, obok obok partai politik, ngaji Al Quran seperti nyanyian setan, aktor sewaan menyatakan Allah bukan orang Arab, dan lain-lain. Semua itu bila direnungkan dengan baik sejatinya hanyalah upaya memuluskan agar para pengikut Iblis bebas melenggang. Para pengikut setan dari kalangan komunis,… Selengkapnya →

Sesat Pikir Faisal Basri

Selasa, 26 Mei 2015 (9:39 pm) / Opini

Faisal Basri menyebut mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, sebagai biang keladi kekacauan industri bauksit nasional saat ini. Bahkan, Faisal menilai apa yang dilakukan Hatta saat menjabat sebagai menteri ada kaitannya dengan langkah dia untuk maju dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 lalu. "Hatta Rajasa biang keladinya. Ini tunjuk nama aja… Selengkapnya →

Peta Kesesatan

Senin, 25 Mei 2015 (1:47 pm) / Citizen Journalism, Opini

Apa yang antum saksikan dari pelanggaman al-Qur'an menuju Jawa itu sebenarnya bukan sebatas nada dan nuthq yang bergeser dari sebenarnya. Ia lebih dari itu. Ia adalah sinyal dari Ulil Amri kita bahwa mereka ingin menasionaliskan Islam, dan menjauhi sikap mengislamkan nasional. Ya. Antum bedakan antara menasionalkan Islam dan mengislamkan nasional.… Selengkapnya →

Pesan Bagi yang Menggunakan Nama Samaran di Media Sosial

Minggu, 24 Mei 2015 (10:23 pm) / Opini

Banyak orang gunakan nama palsu atau nama samaran di fesbuk. Dalam pengalaman saya di fesbuk nama samaran dan nama palsu banyak digunakan oleh Syiah Rafidhah, Aswaja, intel, jihadis takfiri, bahkan juga Salafi Rodja, Salafi Tahdziri, dan Cyber Army PKS. Saya dapatkan bahwa orang yang pakai nama samaran dan nama palsu… Selengkapnya →

Tamu Nyentrik

Kamis, 21 Mei 2015 (9:50 am) / Opini

Kyai Adung misuh-misuh. Empat orang tamu "nyentrik" berkunjung tiba-tiba. Tapi kenyentrikkan itu bikin mulut kyai kolot itu menganga. Pas tamu-tamu nyentrik itu ditanya dari mana, ngaku-ngaku temennya bang Vaza. Ternyata ada secarik kertas titipan Bang Vaza. Kata Bang Vaza, “tolong diajarin ngaji.” "Pake Hip-Hop saja, Kyai." "Jangan Kyai. Pake irama… Selengkapnya →

Copyright © 2011 – 2015