Jumat, 24 Oktober 2014 (10:51 am) / Jendela, Oase

Ketika Ustadz Arifin Ilham Ajak Romo Katolik Masuk Islam

Persahabatan dan persaudaraan antara sesama manusia adalah salah satu pemandangan indah yang diciptakan Allah di atas dunia. Terlebih… Selengkapnya →

Dari The Ohio Mafia Hingga Puisi Esai

Kamis, 23 Oktober 2014 (3:01 pm) / Jendela, Opini

"The Ohio Mafia". Frasa itu ditadaruskan oleh Rizal Mallarangeng dalam kata pengantar terjemahan disertasinya, "Mendobrak Sentralisme Ekonomi" (judul asli: "Liberalizing New Order Indonesia: Ideas, Epistemic Community, and Economic Policy Change, 1986-1992"), yang terbit pada 2002 silam. Istilah itu digunakan untuk menyebut dia dan kawan-kawannya yang pernah belajar di Ohio State… Selengkapnya →

Kala Masa Lalu Menyapa

Kamis, 23 Oktober 2014 (12:18 pm) / Oase

Kebaikan pun tak luput dari cerita masa lalu. Dan meski harus berpijak pada masa lalu, selalu ada hikmah setelahnya. Untuk memperbaiki semuanya. Dengan sisa kebaikan yang ada.Sekelompok remaja berbalut seragam abu-abu putih mengingatkan Riana saat ia masih mengenakan seragam tersebut. Rok selutut dengan atasan yang berlengan pendek. Riana bergumam, “apakah… Selengkapnya →

Sofjan Wanandi

Kamis, 23 Oktober 2014 (9:19 am) / Jendela, Opini

Dengan nada berapi-api Kwik Kian Gie mempertanyakan peran Sofjan Wanandi di belakang pemerintahan baru Jokowi-Jusuf Kalla. Menurut Kwik, Sofjan terlihat seperti bisa mendikte presiden terpilih. Dalam beberapa kesempatan Jokowi bahkan harus menelan ludahnya sendiri dan menyesuaikan pernyataannya dengan pernyataan-pernyataan Sofjan Wanandi. Salah satu yang mencolok adalah dalam hal menjelaskan postur… Selengkapnya →

Dengan Mengingat Allah, Hati Menjadi Tenang

Kamis, 23 Oktober 2014 (8:35 am) / Jendela, Pengembangan Diri

Kejujuran itu kekasih Allah. Keterusterangan merupakan sabun pencuci hati. Pengalaman itu bukti. Dan seorang pemandu jalan tak akan membohongi rombongannya. Tidak ada satu pekerjaan yang lebih melegakan hati dan lebih agung pahalanya, selain berdzikir kepada Allah. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.”(QS. Al-Baqarah: 152) Berdzikir kepada… Selengkapnya →

Setan Sosial Media

Kamis, 23 Oktober 2014 (8:15 am) / Jendela, Opini

Yang terpenting bagi setan setiap harinya ialah membuat orang muslim tidak melaksanakan ibadahnya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Intinya bagaimana si muslim itu tidak jadi beribadah, baik yang sunnah apalagi yang wajib. Kalaupun ibadah terlaksana, ia selalu berusaha agar ibadah itu menjadi batal dan sia-sia. Tidak tanggung-tanggung, setan dan bala… Selengkapnya →

Pak Jokowi, Mulailah dengan Istighfar, Bukan Berpesta

Senin, 20 Oktober 2014 (11:05 am) / Jendela, Opini

Ada satu bab menarik dari Buya Hamka dalam bukunya Lembaga Budi, saat membahas Imam Yang Adil, Budi Mulia Para Raja. Setelah Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi Khalifah, ia meminta nasehat kepada Ulama yang amat masyhur pada zamannya yaitu Hasan Bashri. Umar bin Abdul Aziz meminta fatwa kepada alim besar… Selengkapnya →

Tangisan Umar bin Abdul Aziz Saat Dilantik Jadi Khalifah

Jumat, 17 Oktober 2014 (8:55 am) / Jendela, Persona, Sirah Salaf

Ketika Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi Khalifah pada dinasti Bani Umayyah, hari Jum’at tanggal 10 Shafar tahun 99 Hijriyah, menggantikan khalifah sebelumnya, Sulaiman bin Abdul Malik, Sang Khalifah menangis terisak-isak. Ia memasukkan kepalanya ke dalam dua lututnya dan menangis sesunggukan. Di dalam tangisnya, Umar mengucapkan kalimat, “Innaa lillaahi wa… Selengkapnya →

Ambil Madunya, Tapi Jangan Hancurkan Sarangnya!

Kamis, 16 Oktober 2014 (6:42 am) / Jendela, Pengembangan Diri

Di manapun kelembutan itu berada, ia akan menghiasi tempat itu. Demikian halnya bila ia dicabut dari suatu tempat, ia akan mengotorinya. Kelembutan tutur kata, senyuman tulus di bibir, dan sapaan-sapaan hangat yang terpuji saat bersua merupakan hiasan-hiasan yang selalu dikenakan oleh orang-orang mulia. Semua itu merupakan sifat seorang mukmin yang… Selengkapnya →

Yudy Kotouky, Anggota DPR yang Gigih Berdakwah dari Papua

Rabu, 15 Oktober 2014 (12:52 pm) / Jendela, Persona

Rajin memperjuangkan dispensasi biaya pendidikan bagi anak-anak Papua, Muhammad Yudy Kotouky juga rajin berdakwah dari satu pedalaman ke pedalaman lain, kini ia berhasil mendirikan satu pesantren di Nabire, Papua. Sebelumnya anak-anak Papua tinggal di lembaga pendidikan, tetapi kemudian ditelantarkan karena kehabisan dana. Kotouky yang lahir di Mee, wilayah pegunungan barat… Selengkapnya →

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih