Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ahlul Bait Indonesia (DPP ABI) Hasan Dalil Alydrus mengecam aksi kekerasan yang terjadi di Dammaj, Yaman, yang menewaskan sejumlah santri Madrasah Darul Hadits yang berlokasi di wilayah itu, termasuk 2 diantaranya adalah warga negara Indonesia. Dilaporkan, orang-orang Houti penganut Syi’ah Rafidah memblokade setiap jalan yang menuju ke Dammaj, Markaz Ahlus-Sunnah di sana.

Hasan Dalil yang dikenal sebagai dedengkot gerakan Ahlul Bait Indonesia, nisbat dari aliran Syiah di Indonesia ini, mengatakan baku perang yang terjadi antara Sunni dan Syiah di wilayah itu merupakan desaini musuh-musuh Islam untuk memecehabelah ukhuwah Islamiyah.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

“Kami mengecam aksi atas jatuhnya korban dari WNI kita. Semoga kita semua dirahmati Allah Subhana wata’ala. Kita mendo’akan korban Muslim yang meninggal diampuni dosa dan diterima amal kebaikannya,” kata Hasan Dalil dihubungi media, Jum’at (2/12/2011).

Hasan menegaskan, pihaknya mengecam segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh kelompok manapun. Ia menukas bahwa memang ada sejumlah agenda musuh-musuh Islam khususnya Amerika berkongsi dengan zionis Israil untuk memeceh persatuan dengan mengangkat isu perseteruan antar Sunni dan Syiah.

Selain itu, Hasan mensinyalir perseteruan antar kelompok yang terjadi di Yaman saat ini merupakan akumulasi dari gerakan revolusi negara negara Arab dan Timur Tengah dalam rangka menumbangkan rezim yang dinilai diktator. Dan kini, kata dia, revolusi itu telah menjalar ke negara Yaman.

“Kami berpesan agar sesama Muslim agar jangan saling mencurigai. Mari kita kembali kepada Al-Qur’and dan Sunnah. Bukan kembali ke Al-Qur’an dan SUnnah jika masih membenci muslim lainnya hanya karena mereka tahlilan dan tarhiban,” ungkap Hasan Dalil memungkasi.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Yaman telah mengimbau para pelajar di Yaman untuk segera meninggalkan negara itu menyusul memburuknya situasi keamanan di sana. Pemulangan itu sepenuhnya difasilitasi oleh pemerintah.

Seperti diketahui, Duta Besar RI untuk Yaman, Nurul Aulia, memastikan dua korban tewas pelajar warga negara Indonesia asal Medan dan Aceh telah dimakamkan di Yaman atas persetujuan pihak keluarga masing-masing.

Kedua korban tewas itu disebutkan bernama Muhammad Soleh alias Abu Soleh asal Batu Bara, Medan, Sumatera Utara, dan Jamiri Abdullah alias Abu Haidar asal Kuala Simpang, Aceh. Dua pelajar Indonesia adalah pelajar di Madrasah Daarul Hadits di Kota Dammaj, Provinsi San’ah.

hidayatullah | fimadani


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI