Agar Daging Qurban Tidak Mengancam Jantung Anda

Jumat, 26 Oktober 2012 (8:06 am) / Kesehatan

Qurban adalah ibadah yang telah diturunkan sejak Nabi Adam as (Qabil dan Habil), Nabi Ibrahim as, hingga Rasulullah Muhammad SAW dan kaum muslimin sampai kini. Dengan qurban, manusia mendekatkan diri kepada Allah dan saling berbagi kenikmatan terhadap sesama. Namun dalam prakteknya sering terjadi fenomena penumpukan daging dalam rumah tangga tanpa memikirkan seberapa manfaat daging itu bagi mereka. Daging qurban adalah bahan makanan yang mengandung nutrisi penting bagi kesehatan. Namun di samping itu beberapa kandungan di dalamnya justru menjadi ancaman jika dikonsumsi secara berlebihan.

Dalam jumlah asupan yang besar dan frekuensi konsumsi yang terus menerus, daging yang halal itu dapat menjadi tidak thoyyib bagi kesehatan. Daging adalah salah satu sumber protein hewani, kaya akan protein dan lemak. Konsumsi daging secara berlebihan akan menyebabkan kenaikan kadar lipid utama dalam darah (hipelipidemia). Kadar lipid utama dalam darah adalah kolesterol dan  trigliserida. Kadar lipid darah bisa meningkat disebabkan oleh gangguan metabolisme atau kelainan transportasi lipid. Penyebab kelainan ini adalah kelainan genetik (primer familial) dari penyakit lain (seperti diabetes, gangguan tiroid, penyakit  hati, atau ginjal).

Bagaimana Daging Mengancam Jantung?

Kita semua sudah mengetahui, bahwa daging merah (kambing, domba, sapi, unta, kerbau, dan sebagainya) mengandung lemak jenuh cukup tinggi dan menjadi salah satu bahan sumber kolesterol.

Kolesterol dan lemak tidak dapat larut dalam darah sehingga harus dibawa ke seluruh tubuh oleh protein khusus yang disebut lipoprotein. Dalam darah kita terdapat LDL (Low Density Lipoprotein) yang merupakan protein pembawa kolesterol, dan sering disebut dengan “kolesterol jahat” karena bila kadarnya tinggi itu berarti banyak kolesterol dalam darah.

Selain LDL, dalam darah kita juga terdapat HDL (High Density Lipoprotein), yaitu protein yang bertugas mengantarkan kolesterol dari jaringan tubuh dan darah untuk disimpan di hati sehingga sering disebut “kolesterol baik” karena kadarnya yang tinggi akan mengurangi jumlah kolesterol dalam darah.

Nah, jumlah LDL yang berlebih dalam aliran darah ini lama-lama akan menimbun dan membentuk plak (endapan) yang menempel di dinding pembuluh darah. Dalam kasus yang lebih parah, plak ini akan mengeras dan menyumbat  aliran darah. Jika ini terjadi pada arteri jantung, maka penyakit yang muncul adalah penyakit jantung koroner, sedangkan bila penyumbatan terjadi pada pembuluh darah di otak maka penyakit yang muncul adalah Stroke.

Itu terjadi kalau kita berlebihan memakan daging merah tanpa memikirkan rambu-rambu. Jadi, daging yang halal itu menjadi tidak thoyyib karena kerakusan dan kelalaian manusia, terutama bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih.

Agar Daging Tetap Bersahabat Bagi Kesehatan

Kita dapat menyiasati daging dengan bijak agar ia tidak mengancam.

Pertama, ingatlah rambu-rambu Allah, “kuluu wasyrabuu, walaa tusrifuu…” Silakan saja makan dan minum, tapi jangan berlebihan. Sebagian dokter menganjurkan kita memakan daging maksimal 180 gram sehari. Tetapi dalam hitungan saya sebagai dietesien, jumlah itu masih terlalu besar. Takaran paling ideal bagi kita adalah maksimal 50 gram sehari bagi yang  berat badannya ideal (ingat kembali dengan IMT yang pernah Anda pelajari di artikel sebelumnya), dan cukup 35 gram sehari bagi Anda yang memiliki berat badan di atas normal!. Untuk memenuhi kebutuhan prouein hewani, Anda dapat memvariasikannya dengan ikan dan daging unggas (ayam)

Kok kecil sekali takarannya? Itulah rambu dari Allah kalau kita ingin sehat. Hikmahnya adalah, memang daging qurban diperuntukkan bagi kaum duafa yang rata-rata kekurangan protein dan tidak bermasalah dengan kelebihan kolesterol. Itulah rahasia Allah, mengapa qurban menggunakan domba, sapi, atau unta karena daging hewan ini amat cocok untuk kaum duafa dan kurang cocok bagi kaum yang makmur. Bayangkan kalau qurban itu boleh dengan ayam atau ikan (misalnya satu orang boleh berqurban duapuluh ekor ayam atau tiga puluh kilo ikan), maka orang-orang kaya akan tetap leluasa memakannya karena ayam dan ikan aman bagi orang berkelebihan berat badan, sementara itu misi sosial (hablum minannaas) tidak terpenuhi. Jadi, bahasa sederhananya, daging domba dan sapi memang tidak aman bagi golongan kaya, tetapi amat dibutuhkan bagi saudara-saudara kaum duafa. Indahnya skenario Allah.

Kedua, olahlah daging dengan meminimalisir penggunaan minyak. Contohnya dengan cara mengukus dan merebus (misalnya sup, soto) tanpa menambahkan santan kental. Jika ingin menggunakan minyak maka pengolahan yang tepat yaitu dengan menumis. Dan sebaiknya minyak yang digunakan untuk menumis adalah minyak  minyak jagung, minyak zaitun, atau minyak wijen yang rendah kalori.

Cara pengolahan lainnya yaitu dengan dibakar atau dipanggang. Dengan cara ini, lemak daging meleleh kemudian menetes jatuh atau menguap saat terkena panas sehingga kadarnya berkurang. Namun demikian, jangan sampai terlalu banyak bagian daging yang terbakar (gosong kehitaman), karena bagian ini adalah karsinogen yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker. Panggangan setengah matang juga tidak baik karena tidak semua daging steril dari virus atau bibit penyakit lain. Pemanggangan yang baik adalah dengan api yang kecil tetapi dilakukan dengan waktu yang agak lama. Jadi, daging matang penuh sampai dalam, tetapi tidak ada bagian yang gosong.

Ketiga, selama mengkonsumsi daging, konsumsilah sayuran dan buah dengan jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan porsi dagingnya. Biasanya menu pada saat hari raya iedul adha adalah gulai atau sate kambing, sambel goreng kentang krecek atau sambel goreng tempe. Menu ini tentu saja rendah serat, karena tidak menyertakan hidangan sayuran ataupun  buah-buahan. Hal ini terjadi di hampir seluruh rumah ketika qurban datang.

Contoh menu yang baik adalah makan nasi dengan sepotong tiga tusuk sate  atau bistik, ditemani tumis buncis dan wortel atau acar ketimun dan wortel serta  jus tomat mix mangga (hmm yummy..). Mentimun, bengkuang, wortel, tomat, dan mangga adalah bahan lokal yang murah tapi manfaatnya sangat dahsyat untuk kesehatan jantung kita.

Selamat menikmati hidangan Allah.

Redaktur: Deri Rizki Anggarani

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih