Selasa, 21 Oktober 2014 (3:55 pm) / Muamalah, Syariah

Salam ‘Om Swastiastu’ dan Islam

Kita masih ingat saat kemarin di gedung perwakilan rakyat, seorang penguasa yang baru dilantik dan memberikan pidato perdananya.… Selengkapnya →

Pidato Politik Pertama Khalifah Umar bin Al Khathab

Selasa, 21 Oktober 2014 (8:30 am) / Sirah Salaf, Tsaqafah

Pidato politik pertama Khalifah Umar ibnul Khaththab radhiyallahu anhu sesaat setelah kaum Muslimin berbait kepadanya adalah sebuah renungan bagi kita. Sesudah mengucapkan tahmid dan shalawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan setelah menyebut tentang Abu Bakar Shiddiq radhiyallahu anhu serta jasanya, ia berkata: Saya hanyalah salah seorang dari kalian.… Selengkapnya →

Malam Hari Sang Khalifah

Selasa, 21 Oktober 2014 (8:19 am) / Sirah Salaf

Malam sudah gelap, khalifah yang mulia Umar ibnul Khaththab radhiyallahu anhu keluar rumahnya menuju sebuah tempat, lalu masuk kedalam sebuah rumah. Tanpa sepengetahuan beliau, perbuatan tersebut disaksikan oleh seseorang, yaitu sahabat yang mulia Thalhah ibn Ubaidillah radhiyallahu anhu. Thalhah hanya melihat Sang Khalifah masuk ke dalam rumah dan tidak mengetahui… Selengkapnya →

Mensyukuri Nikmat Allah Akan Menyempurnakan Tauhid

Selasa, 21 Oktober 2014 (7:24 am) / Aqidah

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan jika kami melimpahkan kepadanya sesuatu rahmat dari kami, sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata “Ini adalah hak-Ku.” (QS. Fushshilat, 50). Dalam menafsirkan ayat ini Mujahid mengatakan, “Ini adalah karena jerih payahku, dan akulah yang berhak memilikinya.” Sedangkan Ibnu Abbas mengatakan, “ini adalah dari… Selengkapnya →

Pasrah kepada Allah (Tafwidh)

Selasa, 21 Oktober 2014 (7:03 am) / Syariah, Tazkiyatun Nafs

Di antara tempat persinggahan iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in adalah tafwidh (pasrah). Pengarang Manazilus-Sa'irin berkata, "Tafwidh ini mengandungkan isyarat yang amat lembut dan maknanya lebih luas dari tawakkal. Sebab tawakkal setelah ada sebab, sedangkan tafwidh se-belum ada sebab dan sesudahnya, yang juga disebut istislam (kepasrahan diri atau tunduk). Tawakkal merupakan… Selengkapnya →

Pak Jokowi, Mulailah dengan Istighfar, Bukan Berpesta

Senin, 20 Oktober 2014 (11:05 am) / Jendela, Opini

Ada satu bab menarik dari Buya Hamka dalam bukunya Lembaga Budi, saat membahas Imam Yang Adil, Budi Mulia Para Raja. Setelah Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi Khalifah, ia meminta nasehat kepada Ulama yang amat masyhur pada zamannya yaitu Hasan Bashri. Umar bin Abdul Aziz meminta fatwa kepada alim besar… Selengkapnya →

Bangsa Yahudi Suka Mengatur Tipu Daya Di Tengah Masyarakat

Senin, 20 Oktober 2014 (10:09 am) / Firqah, Syariah

Allah berfirman : (QS. Al-Baqarah:76) "Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang beriman, mereka berkata, "Kami beriman". Dan bila sebagian mereka bertemu dengan sesamanya mereka berkata, "Apakah kamu ceritakan kepada mereka apa yang Allah bukakan kepadamu untuk mereka jadikan alasan melawan kamu di harapan Tuhanmu? Tidakkah kamu berpikir?" Orang-orang Yahudi bila… Selengkapnya →

Penguasa Cerminan Rakyat, Rakyat Cerminan Penguasa

Senin, 20 Oktober 2014 (8:13 am) / Pemikiran Islam, Peradaban Islam

Antara pemimpin dan rakyatnya memiliki hubungan yang sangat erat sekali. Karena pemimpin itu berasal dari rakyat, maka seperti pemimpin itulah kualitas mayoritas rakyatnya. Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam Miftah Darus Sa’adah berkata, “Sesungguhnya di antara hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama… Selengkapnya →

Enyahkan Pejabat Berkarakter Preman!

Senin, 20 Oktober 2014 (8:08 am) / Pemikiran Islam, Tsaqafah

Pejabat ialah golongan yang berkedudukan mulia ataupun ‘kononnya mulia’ dari segi keturunan. Ini seperti mereka yang dari keturunan raja, sultan, khalifah, presiden, menteri dan seumpamanya. Perkataan mulia itu juga kadang-kala lebih bersifat persepsi. Betapa banyak dalam sejarah berbagai bangsa, golongan yang dianggap mulia hanya disebabkan keluarga mereka menjadi maharaja ataupun… Selengkapnya →

Cinta Bersemi di Pelaminan

Senin, 20 Oktober 2014 (7:16 am) / Keluarga, Konsultasi

Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab. Ia pemuda paling ganteng yang ada… Selengkapnya →

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih